Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 04.57 WIB

Intrusive Thoughts Biasa Tapi Bikin Gelisah? Berikut Cara Aman Menghadapinya Setiap Hari

Intrusive thoughts sering muncul tiba‑tiba. (dok. Freepik)

JawaPos.com - Setiap hari banyak orang mengalami intrusive thoughts atau pikiran tiba-tiba yang mengganggu, absurd, atau mengarah ke hal-hal tidak diinginkan. Meskipun tidak mencerminkan karakter atau keinginan sebenarnya, pikirannya terus berulang sehingga menimbulkan stres dan kecemasan yang tersembunyi.

Menurut Harvard Health, intrusive thoughts adalah pikiran atau citra yang datang tiba-tiba, sering membawa unsur kekerasan, seksual, atau rasa takut, dan semakin kuat ketika seseorang menolak atau mencoba mengusirnya. Ironisnya, usaha memblokir pikiran ini justru membuatnya semakin gigih (yang dikenal sebagai ironic process theory). Disarankan untuk mengenali dan menerima keberadaannya tanpa memberi arti berlebihan.

Sementara itu, Counselling Directory, sebuah platform kesehatan mental di Inggris, menyebutkan bahwa langkah pertama menghadapi intrusive thoughts adalah mengidentifikasi pemicunya (trigger), mencatat pikiran tersebut dalam buku harian, lalu menerapkan teknik seperti cognitive restructuring, mindfulness, atau exposure kecil‑kecilan. Terapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) atau Dialectical Behavioral Therapy (DBT) juga disebut sangat berguna.

Intrusive thoughts mungkin tidak kelihatan di luar, tapi dampaknya nyata: sulit konsentrasi, rasa gelisah yang muncul tiba-tiba, ketakutan tidak masuk akal, serta perasaan kelelahan mental tanpa penyebab jelas. Ini bukan soal seberapa sering muncul, melainkan bagaimana kita menanggapi. Jika terus ditolak atau ditekan, maka energi dan fokus harian bisa terganggu.

Berikut strategi praktis menghadapi intrusive thoughts dengan aman:

  1. Kenali dan Terima Tanpa Menolak

Labeling pikiran dengan kata-kata seperti “ini hanya intrusive thought, bukan bagian dari siapa aku” dapat mengurangi kekuatannya. Tidak perlu menolak atau bertindak, cukup amati.

  1. Catat dan Tantang Pikiran Negatif

Gunakan buku harian untuk mencatat kapan intrusive thoughts muncul dan apa yang memicu. Tantang pikiran dengan pertanyaan logis: “Apa bukti bahwa pikiran ini benar? Apa bukannya hanya hasil kecemasan?”

  1. Latihan Mindfulness dan Grounding

Tarik napas dalam, amati sensasi tubuh, lingkungan sekitar, dan suara di sekitarmu saat pikiran muncul. Teknik seperti visualisasi, bayangkan pikiran sebagai awan yang lewat membantu melepas keterikatan emosional terhadapnya.

  1. Eksposir Pikiran dalam "Worry Window"

Jadwalkan waktu tertentu (misalnya 10–20 menit di sore hari) khusus untuk menghadapi pikiran mengganggu secara sadar tanpa reaksi ritual. Ini metode exposure ringan yang membantu pikiran kehilangan urgensinya

  1. Gaya Hidup Sehat sebagai Penunjang

Olahraga rutin, tidur cukup, pola makan seimbang, dan hobi rekreatif dapat menurunkan kadar stres serta memperkuat ketahanan mental terhadap intrusive thoughts

  1. Coba Teknik CBT atau ACT jika Diperlukan

Jika pemicu pikiran sangat intens atau mengganggu aktivitas harian, pertimbangkan terapi kognitif perilaku atau ACT yang dapat membantu mengubah hubungan pikiran dan respon emosionalnya

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore