
Ilustrasi bulan Suro (freepik/wirestock)
JawaPos.com - Bulan Suro bukan sekadar awal kalender Jawa, tetapi waktu yang dianggap sakral dan penuh makna spiritual.
Dalam tradisi Jawa, bulan ini diyakini sebagai saat di mana dunia nyata dan gaib saling bersinggungan. Karena itu, masyarakat menjaga kesunyian, menghindari pesta, serta melakukan doa dan tirakat.
Berbagai larangan seperti menikah, pindah rumah, atau keluar malam pada malam satu Suro dipercaya bisa mendatangkan musibah.
Meski ada yang menganggapnya mitos, banyak yang masih meyakini nilai-nilai ini sebagai bentuk perlindungan dan upaya menjaga harmoni dengan alam.
Bulan Suro bukan tentang ketakutan, melainkan saat untuk introspeksi, menyucikan batin, dan kembali pada kearifan leluhur.
Lalu apa saja sih tujuh larangan di bulan Suro yang bisa mengundang malapetaka? Simak daftar lengkap penjelasannya seperti dikutip dari kanal YouTube MBAH EKO DAENG, Rabu (2/6).
1. Larangan menikah di bulan Suro — Cinta yang tertunda, hidup yang selamat
Dalam tradisi Jawa, menikah di bulan suro dianggap tabu. Bukan tanpa sebab, kepercayaan ini berpijak pada pemahaman bahwa Suro adalah bulan untuk menyendiri dan membersihkan diri, bukan untuk bersukacita.
Maka, menggelar hajatan pernikahan yang penuh gelak tawa dan keramaian dianggap tidak selaras dengan energi spiritual bulan ini.
Dulu, banyak pasangan yang memaksa menikah di bulan Suro mengalami hal-hal tak diinginkan. Rumah tangga yang tak langgeng, sakit yang berkepanjangan, bahkan kematian mendadak.
Apakah itu kebetulan, atau ada getaran yang memang terganggu? Filosofinya dalam. Menikah bukan sekadar menyatukan dua orang, tapi juga dua nasib dan dua garis hidup.
Jika dimulai di waktu yang salah, bisa-bisa pondasinya rapuh sejak awal. Suro mengajarkan, tahan sebentar, tunda demi keselamatan. Kadang cinta diuji bukan oleh jarak, tapi oleh waktu yang tak tepat.
2. Larangan pindah rumah dan buka usaha — Awal yang salah bisa akhiri segalanya
Pindah rumah atau membuka usaha baru di bulan Suro sering dianggap mendatangkan nasib buruk.
Larangan ini berpijak pada keyakinan bahwa Suro adalah masa transisi alam, ketika energi belum stabil dan roh leluhur serta makhluk halus sedang berkelana.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
