Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 01.02 WIB

Benarkah Tujuan Hidup Lebih Penting dari Karier yang Stabil? Simak Penjelasan Profesor Stanford

Ilustrasi pekerjaan sederhana bisa memiliki makna mendalam jika dilakukan dengan tujuan. (Dok. Canva) - Image

Ilustrasi pekerjaan sederhana bisa memiliki makna mendalam jika dilakukan dengan tujuan. (Dok. Canva)

JawaPos.com - Menemukan tujuan hidup, atau dalam bahasa inggris kita biasa menyebutnya sebagai purpose, mungkin terdengar seperti perjalanan spiritual yang rumit dan begitu jauh.

Namun, siapa sangka tujuan hidup ternyata bisa ditemukan di balik pekerjaan sederhana, dalam tindakan kecil, atau bahkan dalam momen yang biasa-biasa saja.

Dilansir dari Stanford Magazine, William Damon, seorang profesor pendidikan dan direktur Stanford Center on Adolescence, telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk meneliti tentang makna hidup.

Dalam bukunya The Path to Purpose: How Young People Find Their Calling in Life, Damon menyebut bahwa tujuan hidup adalah “niat untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri dan berdampak bagi dunia luar.”

Dengan berbekal tujuan hidup, akan lebih sedikit resiko untuk terhindar dari ketersesatan dan kehilangan semangat hidup. Itulah mengapa menemukan tujuan hidup sangat penting daripada sekadar karir yang stabil.

Sebab orang-orang dengan tujuan hidup cenderung menjalani hidup dengan lebih terarah dari mereka yang tak punya tujuan hidup. Selengkapnya, berikut enam hal menarik dan jarang dibicarakan tentang tujuan hidup yang perlu kita tahu:

Bukan Sekadar Mimpi

Tujuan hidup bukan sekadar impian yang mengawang-awang. Purpose berbeda dengan passion atau cita-cita. “Mimpi memang penting,” ujar Damon, “tapi purpose adalah ketika Anda mengubah mimpi itu menjadi aksi.” Misalnya, jika kamu menyukai tumbuhan, pelajari lebih dalam lalu aplikasikan dalam kegiatan nyata seperti mengelola kebun komunitas atau ikut melestarikan tanaman langka.

Tidak Harus Menjadi Pahlawan Dunia

Banyak orang berpikir bahwa untuk memperoleh hidup yang bermakna, kita harus berkontribusi sangat besar pada dunia. Padahal, seperti yang dikutip dari tulisan Damon bersama psikolog Anne Colby dalam Education: A Global Compact for a Time of Crisis, tujuan hidup justru sering muncul dari kesadaran kecil bahwa dunia butuh sesuatu, dan kita bisa menyumbang secuil perubahan.

“Saya mengajar, dan kalau ada satu anak yang matanya berbinar karena saya, itu sudah cukup,” kata Damon.

Kamu Tak Perlu Resign untuk Menemukan Tujuan Hidup

Tak perlu buru-buru mengundurkan diri dari pekerjaan demi mengejar makna hidup. Damon percaya bahwa hampir semua pekerjaan bisa bermakna, tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Ia bercerita tentang seorang pelajar yang bekerja di restoran cepat saji. Setelah diminta melihat pekerjaannya sebagai upaya menyenangkan pelanggan yang lelah seharian, ia menemukan makna dalam tugasnya yang semula terasa monoton.

Kampus Tak Selalu Mengajarkan Tujuan Hidup

Dalam studi terbarunya yang melibatkan lebih dari seribu mahasiswa dari 11 kampus di Amerika Serikat, Damon menemukan bahwa lebih dari separuh responden masuk kuliah untuk mencari makna, bukan sekadar pekerjaan. Namun, sebagian besar kampus belum menyediakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam membantu mahasiswa menemukan tujuan hidup, seperti pembimbingan individu atau pengalaman langsung di lapangan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore