
Ilustrasi limbah sepatu. (Zero Waste Scotland).
JawaPos.com-Indonesia menempati posisi penting dalam peta konsumsi alas kaki dunia. Berdasar laporan World Footwear 2023, masyarakat Indonesia setidaknya menghabiskan sekitar 702 juta pasang sepatu dalam setahun.
Angka ini setara dengan 3,2 persen dari total konsumsi global. Kecenderungan ini diperkuat oleh temuan Katadata Insight Center (KIC) melalui survei Kurious, yang mencatat bahwa rata-rata masyarakat membeli sepatu, khususnya sneakers, hingga dua kali dalam setahun.
Namun, tingginya konsumsi ini tak lepas dari konsekuensi lingkungan. Selain limbah sisa produksi, konsumsi sepatu yang tinggi juga meningkatan volume limbah fesyen yang terus menumpuk di rumah dan berujung di pembuangan sampah.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar, bagaimana memperpanjang umur pakai produk fesyen, termasuk sepatu, agar tidak berakhir terlalu cepat di tempat pembuangan akhir?
Menjawab tantangan tersebut, Blibli bersama jenama olahraga Adidas merancang sebuah inisiatif yang berupaya menggabungkan kesadaran lingkungan dengan kebiasaan belanja masyarakat. Melalui program Tukar Tambah, pelanggan diajak untuk menyerahkan sepatu lama tak terpakai mereka yang masih layak pakai guna mendapatkan potongan harga untuk pembelian produk baru.
Program yang berlangsung pada 20 Mei hingga 10 Juni 2025 ini memungkinkan pelanggan memperoleh potongan untuk pembelian sepatu tertentu, setelah melalui proses verifikasi kelayakan sepatu lama. Sepatu-sepatu yang dikumpulkan kemudian akan disalurkan kepada warga di Desa Mendut, Magelang, Jawa Tengah, sebuah desa wisata dengan potensi besar namun akses pendanaan terbatas.
Menurut Fransisca Krisantia Nugraha, Group Head of Groceries and Lifestyle Blibli, inisiatif ini tak hanya memberikan insentif bagi konsumen, tetapi juga menciptakan peluang kontribusi sosial.
“Kami ingin mengajak pelanggan menjadikan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari upaya keberlanjutan. Menukar sepatu bisa menjadi langkah kecil namun berdampak bagi lingkungan dan sesama,” ujar Fransisca Krisantia Nugraha.
Langkah tersebut diklaim merupakan bagian dari program keberlanjutan Blibli Tiket Action, yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam bisnis.
Di sisi lain, bagi Adidas, program ini memperluas pendekatan keberlanjutan yang selama ini difokuskan pada rantai pasok dan material daur ulang, menuju pelibatan langsung dengan konsumen.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep sirkularitas yang digaungkan oleh UN Environment Programme, upaya mempertahankan nilai suatu produk dan material selama mungkin dalam siklus penggunaannya.
Meski tampak sederhana, program tukar tambah ini diyakini menyentuh dua sisi: gaya hidup dan kesadaran lingkungan. Dengan tetap bisa tampil modis, konsumen didorong untuk lebih bijak dalam memilah dan memilih apa yang mereka kenakan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
