Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 04.57 WIB

Skin Barrier Rusak? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Memperbaikinya

Ilustrasi skin barrier rusak (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi skin barrier rusak (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan, yang masing-masing memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari berbagai ancaman eksternal.

Lapisan terluar kulit disebut stratum corneum, yang sering digambarkan sebagai dinding bata. Lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit keras yang disebut korneosit dan dihubungkan oleh lipid yang berfungsi sebagai perekat. Inilah yang disebut sebagai skin barrier.

Melansir dari laman healthline.com, di dalam sel kulit ini, terdapat keratin dan pelembap alami. Sementara itu, lapisan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan ceramide yang bekerja bersama untuk menjaga kekuatan skin barrier.

Meskipun sangat tipis, skin barrier memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tanpa lapisan ini, berbagai racun lingkungan dan patogen bisa masuk ke dalam kulit dan menyebabkan efek buruk bagi tubuh.

Selain itu, tanpa skin barrier, air yang ada di dalam tubuh bisa menguap dengan mudah, menyebabkan dehidrasi yang serius. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Skin barrier berperan besar dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk memastikan tubuh dapat berfungsi dengan baik, skin barrier harus selalu dijaga dan dilindungi.

Apa Saja yang Dapat Merusak Skin Barrier?

Setiap hari, kulit menghadapi berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam tubuh. Beberapa faktor eksternal dan internal dapat berdampak negatif pada skin barrier.

Beberapa faktor yang dapat merusak skin barrier meliputi lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu kering, paparan alergen, iritasi, polusi, serta sinar matahari berlebih. Selain itu, penggunaan deterjen dan sabun dengan pH basa, paparan bahan kimia keras, serta eksfoliasi atau pencucian wajah yang berlebihan juga bisa berdampak buruk.

Faktor lain seperti penggunaan steroid, stres psikologis, serta kondisi genetik yang membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit kulit seperti dermatitis atopik dan psoriasis juga dapat melemahkan skin barrier.

Bagaimana Mengetahui Apakah Skin Barrier Rusak?

Jika skin barrier tidak berfungsi dengan baik, beberapa gejala dapat muncul, seperti kulit kering, bersisik, gatal, serta munculnya bercak kasar atau perubahan warna pada kulit.

Gejala lain termasuk jerawat, area kulit yang sensitif atau meradang, serta infeksi kulit akibat bakteri, virus, atau jamur. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa skin barrier mungkin mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian lebih.

Lapisan terluar kulit berfungsi sebagai pertahanan utama tubuh terhadap ancaman lingkungan, sekaligus menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Jika lapisan ini terganggu, kulit bisa kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritasi.

Untuk membantu memperbaiki skin barrier, disarankan untuk menyederhanakan rutinitas perawatan kulit, menggunakan produk dengan pH yang sesuai, serta memilih pelembap yang mengandung ceramide. Pelembap dengan kandungan petrolatum juga bisa membantu menjaga kelembapan kulit dengan membentuk lapisan pelindung. Menjaga kesehatan skin barrier bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore