JawaPos.com - Orang yang sudah menjadikan berbohong sebagai kebiasaan, biasanya menunjukkan perilaku tertentu menurut psikologi. Perilaku ini menjerumuskan diri dan orang-orang di sekitarnya.
Ada yang hanya sesekali menyelipkan kebohongan kecil, tapi ada juga yang hidup dalam kebohongan terus-menerus hingga sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak.
Orang yang terbiasa berbohong sering kali memiliki sifat-sifat negatif yang bisa merusak hubungan dan mengikis kepercayaan. Berikut adalah delapan tanda yang biasanya dimiliki oleh mereka yang tidak bisa berhenti berbohong, dikutip dari Small Business Bonfire, Rabu (19/2).
1) Selalu Menyalahkan Orang Lain
Pembohong ulung cenderung sulit mengakui kesalahan. Daripada menerima tanggung jawab, mereka lebih memilih menyalahkan orang lain atau keadaan.
Entah itu menyalahkan kemacetan karena terlambat datang atau mencari kambing hitam atas kegagalan di tempat kerja, mereka selalu punya cara untuk lepas dari tanggung jawab.
2) Suka Membesar-besarkan Cerita
Pernah bertemu orang yang kisah hidupnya selalu terdengar luar biasa? Dari bertemu selebritas terkenal hingga pengalaman dramatis yang tidak masuk akal, mereka selalu punya cerita spektakuler.
Awalnya mungkin menarik, tetapi lama-kelamaan, ketidakcocokan dalam cerita mereka mulai terlihat. Ini sering dilakukan untuk mencari perhatian dan membuat diri mereka terlihat lebih menarik.
3) Sering Membohongi Diri Sendiri
Kebohongan mereka tidak hanya ditujukan untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Beberapa pembohong akhirnya mulai percaya dengan kebohongan yang mereka buat.
Ini dikenal sebagai "konfabulasi," yaitu ketika seseorang tanpa sadar mendistorsi atau menciptakan ingatan yang tidak benar. Akibatnya, mereka benar-benar sulit membedakan kenyataan dari kebohongan.
4) Manipulatif
Orang yang sering berbohong juga memiliki kecenderungan untuk memanipulasi orang lain. Mereka bisa menciptakan skenario palsu atau memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi.
Dengan kata lain, mereka menggunakan kebohongan sebagai alat untuk mengontrol situasi atau orang-orang di sekitar mereka.
5) Kurang Empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, tetapi pembohong sering kali kesulitan dalam hal ini.
Mereka begitu sibuk menjaga kebohongan mereka sendiri sehingga tidak bisa benar-benar memahami atau peduli terhadap apa yang dirasakan orang lain.
6) Tidak Percaya Diri dan Rendah Diri
Banyak orang yang sering berbohong sebenarnya merasa tidak cukup baik. Mereka takut tidak diterima apa adanya, sehingga menciptakan versi diri yang lebih "sempurna" melalui kebohongan.
Ini sering kali merupakan cara untuk menutupi rasa tidak aman yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
7) Haus Pengakuan
Pembohong kronis seringkali mencari validasi dari orang lain. Mereka ingin diakui dan dikagumi, sehingga mereka terus-menerus menciptakan kebohongan untuk membuat diri mereka terlihat lebih hebat.
Sayangnya, ini hanya membuat mereka semakin bergantung pada pendapat orang lain daripada menemukan kepuasan dari dalam diri sendiri.
8) Tidak Merasa Bersalah
Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika seseorang bisa berbohong tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Mereka tidak peduli dengan dampak emosional atau psikologis yang ditimbulkan akibat kebohongan mereka. Ini bisa menjadi tanda adanya masalah kepribadian yang lebih dalam.