
ilustrasi zodiak yang suka pinjam uang. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com-Pernahkah Anda merasa seseorang hanya muncul saat mereka butuh bantuan? Pasti banyak yang mengalami ini, mereka datang cuma saat ada maunya. Ada teman lama yang tiba-tiba menghubungi dengan sapaan ramah seperti, “Hai, apa kabar?” dan sebelum disadari, mereka sudah meminta bantuan. Entah itu referensi kerja, koneksi, atau bahkan pinjam duit dari Anda.
Begitu mereka mendapatkan apa yang diinginkan, mereka menghilang. Hal seperti ini bisa membuat kita merasa dimanfaatkan dan kecewa. Jadi, penting untuk belajar mengenali tanda-tanda seseorang hanya bersikap baik karena ada maunya.
Berikut adalah 9 tanda bahaya yang perlu Anda perhatikan agar tidak terjebak dalam hubungan yang tidak seimbang menurut psikologi, dikutip dari Blog Herald, Selasa (18/2).
Jika seseorang hanya menghubungi Anda ketika mereka butuh bantuan, ini adalah tanda paling jelas. Percakapan mereka selalu diawali dengan basa-basi singkat, lalu langsung ke inti: “Saya lagi ada masalah, bisa bantu?”
Kalau mereka tidak pernah sekadar bertanya kabar atau memberi ucapan ulang tahun sebelum tiba-tiba minta bantuan, kemungkinan besar hubungan itu tidak tulus. Anda harus yakin bahwa teman sejati tidak hanya muncul di saat butuh, tetapi juga di saat-saat biasa.
Jika setiap kali berbicara dengan seseorang, topiknya selalu tentang bagaimana Anda bisa membantu mereka, entah itu referensi kerja, koneksi, atau bantuan lain, maka hubungan tersebut lebih bersifat transaksional daripada pertemanan sejati. Hubungan yang sehat memiliki keseimbangan, bukan hanya satu pihak yang selalu meminta.
Pernah membantu seseorang dan setelah itu mereka tidak pernah muncul lagi? Ini tanda bahwa mereka hanya mendekati Anda karena ada kepentingan tertentu. Orang yang benar-benar peduli setidaknya akan tetap menjalin komunikasi, bukan langsung menghilang begitu saja setelah keinginan mereka terpenuhi.
Seseorang yang hanya peduli saat butuh bantuan biasanya tidak menunjukkan ketertarikan pada hidup Anda. Mereka mungkin mendengarkan sekilas, tapi tidak pernah bertanya lebih lanjut atau mengingat detail penting. Sebaliknya, teman sejati akan peduli dengan kabar Anda dan memberikan perhatian yang tulus.
Dalam hubungan yang sehat, ada keseimbangan dalam memberi dan menerima. Tapi jika Anda selalu ada untuk mereka, sementara mereka selalu punya alasan untuk tidak membantu saat Anda butuh, ini adalah tanda bahaya. Jika seseorang hanya datang saat mereka butuh tapi tidak pernah ada saat Anda kesulitan, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi hubungan tersebut.
Saat Anda mulai mengatakan “tidak” atau mencoba menetapkan batasan, apakah mereka menghormatinya atau malah membuat Anda merasa bersalah? Orang yang hanya mementingkan kepentingan sendiri sering kali tidak suka jika Anda mulai menetapkan batasan. Mereka mungkin mencoba memanipulasi Anda agar tetap memenuhi permintaan mereka.
Jika Anda mencoba membahas perasaan Anda tentang hubungan yang tidak seimbang, bagaimana reaksi mereka? Orang yang benar-benar peduli akan mendengarkan dan berusaha memahami. Tapi jika mereka malah marah, menyangkal, atau menyalahkan Anda, itu tanda mereka tidak benar-benar menghargai hubungan tersebut.
Saat Anda berbagi kesulitan, apakah mereka benar-benar mendengarkan atau hanya merespons dengan jawaban singkat sebelum kembali membicarakan diri mereka sendiri? Orang yang hanya berpura-pura peduli sering kali tidak memiliki empati yang tulus. Mereka hanya bersikap baik saat butuh sesuatu, tapi tidak peduli dengan kesulitan yang Anda alami.
Sering kali, kita bisa merasakan jika ada sesuatu yang tidak benar dalam sebuah hubungan. Kita memang dianugerahi untuk mencium hal yang tak beres. Jangan dihiraukan. Jika Anda terus-menerus merasa dimanfaatkan atau tidak dihargai seseorang, percayalah pada insting Anda.
Seth Godin pernah berkata, “Percayalah pada instingmu untuk mengenali teman sejati… atau mereka yang hanya berpura-pura.” Jika sesuatu terasa tidak tulus, kemungkinan besar memang tidak. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
