Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 20.26 WIB

Pasangan yang Sering Pamer Kemesraan di Media Sosial Ternyata Bisa Saja Menyembunyikan 7 Masalah Ini, Menurut Psikologi

 

Ilustrasi- Pasangan mesra.

 
 
JawaPos.com - Di media sosial, kita pasti pernah melihat pasangan yang rajin membagikan momen romantis mereka, entah itu orang yang kita kenal atau bukan. 
 
Foto kencan manis, takarir penuh cinta, dan unggahan penuh kebahagiaan seakan menggambarkan hubungan yang sempurna di media sosial. Tapi apakah benar semuanya seindah itu? Psikologi berkata lain.
 
Faktanya, sering kali di balik unggahan mesra itu, ada masalah yang mereka coba tutupi. 
 
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin sebenarnya terjadi di balik layar saat seseorang sering mengunggah foto mesra bersama pasangannya di media sosial, dikutip dari News Reports, Minggu (16/2).
 
1) Mereka Mencari Validasi dari Orang Lain
 
Tidak semua pasangan yang sering memposting tentang hubungan mereka benar-benar bahagia. Beberapa mungkin melakukannya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Media sosial adalah tempat paling cocok untuk itu.
 
Setiap "like" dan komentar manis bisa memberikan perasaan aman, seolah hubungan mereka baik-baik saja.
 
Padahal, jika suatu hubungan benar-benar solid dan romantis apakah mereka masih butuh validasi dari dunia luar? Itulah pertanyaan besarnya.
 
2) Menutupi Masalah yang Ada
 
Ada pasangan yang terlihat mesra di media sosial, tapi kenyataannya jauh dari itu. Mereka sering mengunggah kata-kata cinta atau foto romantis, tetapi di balik itu mungkin ada konflik yang sedang terjadi.
 
Terkadang, semakin sering seseorang berusaha menunjukkan kebahagiaan, semakin besar kemungkinan mereka sedang menutupi sesuatu.
 
Itulah yang mungkin saja dilakukan pasangan yang sering mengunggah foto romantis di media sosial, yaitu untuk menutupi masalah dengan seolah-olah baik-baik saja.
 
3) Menghindari Komunikasi yang Sesungguhnya
 
Menghadapi masalah dalam hubungan tidak selalu mudah. Beberapa pasangan lebih memilih memposting foto bersama daripada duduk dan membicarakan masalah mereka secara langsung.
 
Lama-lama, hubungan mereka lebih banyak berfokus pada bagaimana mereka terlihat di mata orang lain daripada bagaimana mereka berkomunikasi satu sama lain.
 
4) Terjebak dalam Ekspektasi Publik
 
Saat suatu hubungan terlalu sering dipamerkan di media sosial, bisa jadi pasangan tersebut mulai mengutamakan pendapat orang lain daripada kebahagiaan mereka sendiri.
 
Mereka mungkin merasa harus terus terlihat romantis karena sudah membangun "citra" hubungan yang sempurna. Namun, kebahagiaan sejati tidak datang dari reaksi orang lain, melainkan dari bagaimana mereka benar-benar merasa dalam hubungan itu.
 
5) Takut Menghadapi Kenyataan
 
Pasangan yang sering berbagi momen romantis mungkin sebenarnya sedang menghindari keheningan dalam hubungan mereka. Mereka terus membuat konten tentang cinta agar tidak perlu memikirkan apakah hubungan mereka benar-benar sehat atau tidak.
 
Saat hubungan yang kuat, momen-momen sunyi terasa nyaman. Tapi jika diam justru terasa canggung, bisa jadi ada sesuatu yang mereka tak ingin hadapi.
 
6) Hubungan Lebih Seperti Pertunjukan Daripada Realita
 
Ada perbedaan besar antara benar-benar merasakan cinta dan hanya ingin menunjukkannya ke dunia. Jika setiap momen romantis harus diunggah, bisa jadi mereka lebih fokus pada bagaimana orang lain melihat hubungan mereka daripada bagaimana mereka benar-benar menjalani hubungan itu.
 
Hubungan yang kuat bukan soal seberapa sering dipamerkan, melainkan seberapa dalam koneksi yang terjalin di balik layar.
 
 
7) Berusaha Meyakinkan Diri Sendiri
 
Terkadang, pasangan yang terus-menerus membagikan kebahagiaan mereka justru sedang mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Jauh di lubuk hati mereka, ada perasaan ganjil tentang hubungan itu.
 
Mereka ingin percaya bahwa hubungan mereka sempurna, jadi mereka menciptakan gambaran itu di media sosial. 
 
Padahal kenyataannya, kebahagiaan sejati tidak bisa dibuat-buat—itu hanya bisa dirasakan. Alih-alih membuat khayalan, seharusnya perasaan itu kembali dibicarakan baik-baik. 
 
Pada akhirnya, cinta bukanlah sesuatu yang harus terus dipertontonkan. Hubungan yang sehat tidak perlu validasi dari luar, karena yang terpenting adalah bagaimana perasaan kedua orang yang menjalaninya.
 
Bukan berarti setiap pasangan yang memposting kemesraan sedang bermasalah. Tapi jika unggahan terasa lebih seperti pembuktian daripada ekspresi tulus, mungkin ada sesuatu yang perlu dipikirkan ulang.
 
Karena cinta sejati tidak butuh "like"—ia hanya butuh koneksi yang nyata.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore