Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 03.10 WIB

Gak Perlu Kelamaan Galau, Ikuti 8 Langkah Ini yang Bisa Bantu Kamu Move On dan Pulih Lebih Cepat

Ilustrasi: Sedang merenung. (Pexels)  - Image

Ilustrasi: Sedang merenung. (Pexels) 

JawaPos.com – Putus cinta bisa menjadi pengalaman yang sangat menguras emosi. Rasa sakitnya tidak hanya sekadar kehilangan seseorang, tetapi juga bisa mencakup hilangnya rutinitas, impian, dan harapan yang pernah dibangun bersama.

Namun, meskipun perasaan itu menyakitkan, ada cara bagi seseorang untuk pulih dan bergerak maju dengan lebih sehat dan kuat.

Mereka yang berhasil move on dari putus cinta tidak hanya mengandalkan waktu, tetapi juga langkah-langkah yang terstruktur dan bijaksana untuk membantu proses pemulihan.

Melansir dari laman Geediting, Jumat (14/2), dalam artikel ini akan mengungkap 8 langkah yang sering diikuti oleh mereka yang berhasil move on dengan efektif.

1. Mengakui rasa sakitnya

Menghindari rasa sakit adalah hal yang wajar bagi banyak orang. Namun, penelitian pada 2008 menunjukkan bahwa menerima luka emosional, daripada menyangkalnya, penting untuk pemulihan yang sesungguhnya.

Mengurangi rasa sakit hanya akan membuat perasaan itu semakin buruk, bahkan bisa menyebabkan lebih banyak penderitaan, seperti menangis sepanjang malam.

Sebaliknya, dengan mengakui dan menerima rasa sakit, seseorang mulai merasa lebih lega. Ini bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan untuk menghadapi kenyataan dan perasaan yang ada.

2. Membiarkan diri merasakan duka

Putus cinta sering kali berarti kehilangan besar. Bukan hanya hubungan, tetapi juga rutinitas dan rencana masa depan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memberi diri mereka waktu untuk berduka cenderung pulih lebih baik daripada yang menekan kesedihan.

Proses berduka bisa melibatkan air mata atau refleksi diri, dan bisa juga dilakukan dengan menulis jurnal harian atau berjalan santai untuk memberi ruang bagi emosi.

3. Merenungkan apa yang salah dan benar

Sering kali, seseorang merasa tergoda untuk menyalahkan mantan pasangan atau bahkan diri sendiri atas kegagalan dalam hubungan. Namun, penting untuk melakukan refleksi secara seimbang.

Memahami kontribusi pribadi terhadap perpisahan bisa membantu mencegah pengulangan pola perilaku yang toxic di masa depan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore