Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 08.30 WIB

7 Komentar yang Dapat Menyakiti Anak Anda Lebih dari yang Anda Sadari, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang tua dan anak - Image

Ilustrasi orang tua dan anak

JawaPos.com - Kita semua terkadang mengatakan sesuatu tanpa berpikir. Komentar singkat yang pada saat kita memgatakannya mungkin tampak tidak berbahaya.

Namun, jika menyangkut anak-anak kita, kata-kata tertentu lebih melekat dalam ingatan mereka daripada yang kita sadari.

Psikologi menunjukkan bahwa komentar yang tidak serius sekalipun dapat membentuk harga diri, kepercayaan diri, dan cara pandang mereka terhadap dunia.

Dengan menghindari beberapa frasa umum, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung bagi anak-anak kita untuk tumbuh.

Dilansir dari geediting.com, Kamis (13/2), berikut ini 5 komentar orang tua yang mungkin menyakiti anak lebih dari yang Anda kira.

1. “Kamu terlalu bawa perasaan”

Anak-anak merasakan sesuatu secara mendalam, dan itu hal yang baik. Namun, saat kita menepis emosi mereka dengan komentar seperti "Kamu terlalu bawa perasaan," kita mengirimkan pesan bahwa perasaan mereka tidak penting.

Psikologi menunjukkan bahwa mengabaikan emosi anak dapat membuat mereka meragukan pengalaman mereka sendiri.

Seiring berjalannya waktu, mereka mungkin mulai menekan perasaan mereka alih-alih belajar cara mengelolanya dengan cara yang sehat.

2. “Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti saudaramu?”

Psikolog memperingatkan bahwa perbandingan seperti ini dapat merusak harga diri anak dan menciptakan persaingan yang tidak perlu di antara saudara kandung.

Alih-alih memotivasi mereka, hal ini sering kali menyebabkan kebencian dan keraguan pada diri sendiri. Pendekatan yang lebih baik? Fokus pada kelebihan masing-masing anak Anda.

3. “Aku kecewa padamu”

Kekecewaan adalah emosi yang kuat, dan anak-anak merasakannya secara mendalam, terutama jika kekecewaan itu datang dari orang tua.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak terdorong untuk mencari persetujuan dari pengasuh mereka, dan ketika mereka mendengar "Aku kecewa padamu," hal itu dapat terasa seperti mereka telah mengecewakan Anda sebagai pribadi, bukan sekadar melakukan kesalahan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore