
ILUSTRASI: Bos Toxic di Kantor. (Pexel)
JawaPos.com – Berat rasanya ketika memiliki bosa tau atasan toxic di lingkungan kantor. Semangat bekerja menurun dan tentunya tekanan semakin bertambah.
Kanal YouTube Tom MC Ifle Channel menjelaskan bahayanya bekerja di bawah pimpinan bos toxic. Berdasarkan riset University of Manchester, atasan semacam ini bakal membuat pekerja murung, tak bersemangat, dan parahnya lagi rentan mengalami depresi.
Jenis tingkah laku toxic sendiri bisa bermacam-macam, salah satunya micromanaging leader. Artinya, pemimpin cenderung melakukan kontrol berlebihan terhadap karyawan bahkan sampai terjadi manipulasi.
Jika sudah begini, di kepala mungkin akan terbesit pikiran untuk segera resign atau mengundurkan diri dari tempat bekerja. Namun sebelum itu, kamu bisa menerapkan 3 langkah berikut ini terlebih dahulu.
Sebelum bertindak gegabah langsung mengajukan surat resign, tidak ada salahnya membuka komunikasi empat mata. Ajak atasan untuk bicara empat mengenai apa yang selama ini kamu rasakan.
Segala ketidaknyamanan selama bekerja dan uneg-uneg lainnya. Pastikan juga kamu tidak mengajak bicara si bos di depan umum, alias benar-benar hanya kalian berdua.
Bos selalu merecoki pekerjaanmu bisa jadi karena dia menaruh rasa tidak percaya. Sebab itulah, kamu perlu meyakinkan bos bahwa kamu memang mampu menyelesaikan segala tugas yang diberikan.
Caranya, atur nada bicara kamu jangan meninggi, terdengar panik, atau bahkan bertanya. Yakinlah ketika bicara dengan atasan saat diberikan tugas.
Selain itu, kamu bisa meminta si bos mempercayakan sepenuhnya tugas padamu. Katakan padanya kamu pasti akan menyelesaikannya sesuai dengan deadline yang ditetapkan, dengan syarat si bos tak perlu mengganggu selama proses bekerja.
Kalau sudah berani mengutarakan hal ini, kamu juga harus menepati janji agar diberikan kepercayaan pada kesempatan mendatang.
Komunikasikan dengan bos kamu bahwa kamu dan dia sama-sama berpegang teguh pada visi yang sama. Kalian sama-sama ingin mencapai tujuan dari perusahaan.
Untuk itu, minta baik-baik agar bos bisa bersikap lebih baik dan tenang terhadap karyawannya. Dengan begitu, masing-masing dapat mengerjakan tugas sesuai porsi serta berusaha memenuhi visi perusahaan.
Tiga langkah ini memang membutuhkan keberanian, apalagi jika kamu sudah terlanjur tak menyukai bos toxic di kantor. Namun, ketimbang bertindak terburu-buru dengan mengajukan surat resign, kamu bisa mencoba langkah yang baru saja dibahas ini agar tidak ada penyesalan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
