
Ilustrasi orang yang sedang berpikir. (Pexels)
JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, kemampuan ingatan sering kali mulai menurun. Ini adalah bagian alami dari proses penuaan. Tapi banyak orang khawatir ketika mulai mengalami kesulitan mengingat hal-hal kecil, seperti nama orang atau tempat yang pernah dikunjungi.
Meskipun penurunan kognitif tak dapat sepenuhnya dihindari, tetapi ada berbagai kebiasaan yang dapat berdampak langsung pada daya ingat tanpa kita sadari dan kadang kita anggap remeh, seperti pola makan yang buruk hingga kurangnya aktivitas fisik.
Melansir dari laman Personal Branding Blog, Senin (10/2), berikut 7 kebiasaan yang bisa memengaruhi ingatan dan fungsi otak seiring waktu.
Jika terlalu banyak duduk, aliran darah ke otak bisa berkurang, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke otak juga menurun. Aktivitas fisik seperti berjalan, peregangan, atau olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga otak tetap sehat.
Penelitian tahun 2017 juga menunjukkan bahwa gaya hidup kurang gerak bisa meningkatkan risiko penurunan daya ingat. Oleh karena itu, bergerak sedikit banyak setiap hari dapat membantu menjaga otak tetap tajam seiring bertambahnya usia.
Tidur tidak hanya berfungsi untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga sangat penting bagi otak. Saat tidur, otak memproses ingatan yang telah dipelajari dan membersihkan racun yang bisa menyebabkan penurunan fungsi otak, seperti daya ingat dan konsentrasi.
Bergantung pada teknologi untuk setiap hal kecil dapat membuat otak tidak mendapatkan latihan yang dibutuhkannya. Seperti halnya otot yang melemah jika tidak digunakan, memori juga bisa memudar jika jarang dilatih.
Salah satu cara untuk melatih otak adalah dengan melakukan perubahan kecil dalam kebiasaan, seperti menghafal nomor telepon, menghitung tanpa kalkulator, atau mengingat janji temu tanpa memeriksa kalender. Meskipun awalnya terasa sulit dan tidak nyaman, seiring waktu otak menjadi lebih aktif dan tajam.
Makanan olahan, yang biasanya mengandung banyak gula dan lemak tidak sehat, dapat memicu peradangan dalam tubuh, termasuk di otak. Peradangan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan otak.
Penelitian pada tahun 2022 menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan makanan junk food, seperti makanan cepat saji, camilan manis, dan lainnya, dapat berhubungan dengan masalah ingatan dan penurunan fungsi kognitif seiring berjalannya waktu.
Hubungan sosial sangat penting untuk kesehatan otak, terutama daya ingat. Kesepian bisa berdampak buruk pada otak, bahkan bisa membuat volume otak menyusut.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terisolasi secara sosial lebih berisiko mengalami penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, berinteraksi dengan orang lain, seperti berbicara atau berbagi cerita, memberi rangsangan yang membantu otak tetap aktif dan sehat, serta menjaga daya ingat.
Stres kronis dapat berdampak buruk pada ingatan. Ketika hormon stres, seperti kortisol, tetap tinggi dalam tubuh untuk waktu yang lama, hormon tersebut bisa merusak bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengelola ingatan.
Akibatnya, stres dapat membuat seseorang lebih sulit untuk fokus, mengingat detail, dan menyimpan informasi baru.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
