Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 16.05 WIB

8 Perilaku Menyebalkan yang Menunjukkan Seseorang Tidak Memberikan Perhatiannya secara Penuh Saat Mengobrol denganmu

Ilustrasi orang yang memberikan perhatiannya secara penuh saat mengobrol. (Freepik). - Image

Ilustrasi orang yang memberikan perhatiannya secara penuh saat mengobrol. (Freepik).

JawaPos.com - Pernahkah kamu berbicara dengan seseorang yang tampaknya tidak benar-benar mendengarkan? Mungkin mereka sibuk dengan ponsel, tidak menatap matamu, atau bahkan memotong pembicaraan.

Perilaku seperti ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa merusak hubungan dan komunikasi yang sehat.

Dilansir dari Blog Herald pada Jumat (31/1), berikut delapan perilaku yang sering dilakukan orang saat tidak memberikan perhatian penuh dalam sebuah percakapan.

1. Terlalu Sibuk dengan Ponsel

Di era digital, teknologi memang memudahkan banyak hal, tetapi juga bisa menjadi gangguan utama saat berkomunikasi.

Fenomena ini dikenal sebagai "smartphone syndrome," di mana seseorang terus-menerus memeriksa ponsel saat berbicara denganmu. Entah itu membalas pesan, menggulir media sosial, atau mengecek email, semua ini membuat lawan bicara merasa tidak dihargai.

Ketika seseorang lebih fokus pada layar ponsel daripada percakapan yang sedang berlangsung, ini bisa memberi kesan bahwa apa yang kamu sampaikan tidak penting.

2. Tatapan yang Selalu Beralih

Tatapan yang tidak fokus saat berbicara juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak sepenuhnya mendengarkan.

Mungkin mereka terus melihat ke sekeliling, menatap layar TV, atau bahkan kosong menatap udara. Ini bisa membuatmu merasa seolah-olah berbicara sendiri, tanpa ada perhatian yang diberikan.

Tatapan yang beralih-alih seperti ini menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya hadir dalam percakapan.

3. Mendominasi Pembicaraan

Komunikasi yang sehat seharusnya berjalan dua arah, tetapi ada orang yang hanya ingin bicara tanpa memberi kesempatan orang lain untuk berbicara.

Ketika seseorang terus-menerus berbicara dan mendominasi diskusi, percakapan pun menjadi tidak seimbang. Studi menunjukkan bahwa percakapan yang baik seharusnya dibagi rata antara kedua belah pihak, tetapi jika seseorang berbicara lebih dari 70 persen dari waktu, itu sudah termasuk mendominasi pembicaraan.

4. Sering Memotong Pembicaraan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore