Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 19.40 WIB

8 Perilaku Agar Tetap Segar Bangun Tidur di Pagi Hari Meski Sering Terbangun saat Malam Menurut Psikologi, Apa Saja?

ILustrasi seorang perempuan yang bangun tidur. - Image

ILustrasi seorang perempuan yang bangun tidur.

JawaPos.com – Bangun tidur dengan perasaan segar di pagi hari adalah dambaan banyak orang, terutama bagi mereka yang sering terbangun di tengah malam. Gangguan tidur seperti ini dapat membuat tubuh terasa lelah dan pikiran tidak fokus sepanjang hari.

Namun, psikologi memberikan wawasan tentang bagaimana perilaku tertentu dapat membantu menjaga energi dan mood tetap stabil, meskipun tidur malam Anda tidak sepenuhnya mulus. Dengan menerapkan kebiasaan tertentu, Anda dapat memaksimalkan kualitas istirahat dan bangun dengan tubuh yang segar serta pikiran yang jernih.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (24/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku orang yang tetap segar bugar ketika bangun tidur di pagi hari meski sering terbangun saat malam hari menurut Psikologi.

1. Praktik kesadaran penuh

Kesadaran penuh bukanlah sekadar tren semata, melainkan metode yang telah terbukti secara ilmiah untuk menjaga kejernihan mental dan menciptakan relaksasi. Mereka yang sering terbangun di malam hari namun tetap merasa segar di pagi hari umumnya memiliki rutinitas mindfulness yang kuat, baik melalui latihan pernapasan dalam maupun meditasi penuh.

Ketika terbangun di tengah malam, mereka tidak membiarkan stres mengganggu, melainkan memanfaatkan momen tersebut untuk fokus pada pernapasan dan menenangkan pikiran sebelum kembali tertidur.

Praktik kesadaran penuh ini tidak hanya membantu mereka untuk lebih cepat tertidur kembali, tetapi juga memastikan kualitas tidur mereka tetap terjaga optimal.

2. Membatasi paparan layar

Cahaya biru yang dipancarkan dari layar elektronik terbukti dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur pola tidur kita. Penggunaan gadget sebelum tidur seperti scrolling media sosial atau menonton serial favorit justru dapat mengganggu kualitas tidur kita.

Menghentikan penggunaan layar elektronik satu jam sebelum waktu tidur dan menggantinya dengan aktivitas membaca buku atau sekadar menikmati waktu tenang terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.

Meskipun masih terbangun beberapa kali di malam hari, orang-orang yang menerapkan kebiasaan ini melaporkan bahwa mereka tetap merasa segar saat bangun di pagi hari.

3. Menjaga jadwal tidur konsisten

Tubuh kita dirancang untuk beroperasi dalam siklus 24 jam yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Mempertahankan jadwal tidur yang konsisten, termasuk di akhir pekan, membantu tubuh mengatur metabolisme dan suasana hati dengan lebih baik.

Ketika seseorang memiliki jadwal tidur yang teratur, tubuh mereka lebih mudah beradaptasi dan kembali tertidur jika terbangun di tengah malam. Menurut Yayasan Tidur Nasional, konsistensi dalam jadwal tidur dan bangun dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan tingkat kewaspadaan selama siang hari.

4. Menciptakan lingkungan tidur ideal

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore