Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 23.03 WIB

Memendam Perasaan Tanpa Mengekspresikannya Ternyata dapat Menyebabkan Hilangnya Ingatan, Benarkah Demikian?

ilustrasi memendam emosi - Image

ilustrasi memendam emosi

JawaPos.com - Tidak sedikit orang yang sulit untuk mengekspresikan emosi dan perasaan yang mereka rasakan.

Beberapa dari mereka biasanya menganggap bahwa menunjukkan perasaan adalah tanda kelemahan seseorang.

Padahal ternyata, memendam emosi dan perasaan akan menimbulkan rasa sakit secara mental, emosional, bahkan fisik, hingga menimbulkan hilang ingatan.

Dilansir JawaPos.com dari Enlightened Recovery, energi dari emosi yang dipendam dalam-dalam akan terus menyakiti seseorang karena belum dihadapi secara langsung.

Emosi yang ditekan dapat menyebabkan kesehatan mental menurun bahkan berdampak pada penurunan daya ingat dan keterampilan berpikir kognitif.

Berdasarkan riset oleh Asosiasi Alzheimer, seseorang yang terus-menerus menekan emosi akan mengalami peningkatan risiko terkena demensia.

Individu yang dilaporkan menekan emosi mereka dari orang lain memiliki risiko sekitar 5 kali lebih tinggi terkena demensia jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.

Perasaan yang terkubur dan menyakiti seseorang akan membuat diri mereka kesulitan dalam memproses pikiran dan berpikir jernih.

Emosi akan tumbuh lebih kuat dan lebih ganas ketika kita tidak menerimanya dan memberi ruang untuknya.

Semakin disangkal, emosi akan terakumulasi dan memburuk hingga dapat menyebabkan depresi, kecemasan, serangan panik, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Emosi yang terperangkap dan energi yang mandek juga dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan fisik.

Masalah kesehatan fisik seperti nyeri kronis, fibromyalgia, dan keselarasan yang buruk sering dikaitkan dengan trauma yang belum sembuh.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menekan emosi terus-menerus juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan hipertensi.

Orang yang terus-menerus memendam emosi juga dapat merasa mati rasa atau terputus dari orang lain.

Bagian penting dari penyembuhan adalah belajar membiarkan diri kita merasakan, mengekspresikan, dan mengkomunikasikan emosi dengan cara yang sehat.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore