
ilustrasi seseorang yang menjauhi orang tua seiring bertambahnya usia.
JawaPos.com - Hubungan antara anak dan orang tua sering dianggap sebagai salah satu ikatan paling mendalam dalam hidup.
Namun, bagi sebagian orang, hubungan ini menjadi rumit seiring waktu.
Mereka memilih untuk menjaga jarak dari orang tua saat dewasa, seringkali karena dinamika masa kecil yang bermasalah.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (12/1), terdapat 9 pengalaman masa kecil yang sering menjadi akar dari keputusan tersebut.
1. Orang Tua yang Terlalu Mengontrol
Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol sering merasa kehilangan otonomi sejak dini.
Mereka mungkin tidak diberi ruang untuk membuat keputusan sendiri, bahkan dalam hal-hal kecil.
Seiring bertambahnya usia, mereka merasa perlu menjauh untuk membangun identitas dan kebebasan yang selama ini tidak mereka miliki.
2. Kurangnya Dukungan Emosional
Orang tua yang tidak memberikan dukungan emosional meninggalkan luka mendalam pada anak-anak mereka.
Ketika mereka merasa diabaikan secara emosional, anak-anak ini tumbuh dengan perasaan kosong atau tidak dicintai.
Jarak fisik saat dewasa sering menjadi cara mereka melindungi diri dari rasa sakit tersebut.
3. Ekspektasi yang Tidak Realistis
Beberapa orang tua menetapkan ekspektasi yang sangat tinggi, baik dalam hal akademik, karier, maupun perilaku.
Anak-anak yang merasa tidak pernah cukup baik atau tidak pernah memenuhi standar orang tua sering mengalami tekanan psikologis.
