
Ilustrasi anak perempuan yang tumbuh dalam hubungan yang sehat biasanya diajarkan tujuh hal ini oleh orang tua mereka.
JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita semua tentu ingin anak perempuan kita siap untuk hubungan pertama dan cinta pertama yang baik. Masa depan tersebut tergantung pada kemampuan orang tua dalam membesarkan anak perempuan yang kuat, percaya diri, bahagia, dan berdaya yang mengalami kasih sayang yang sehat.
Namun, kekerasan dan pelecehan terhadap anak perempuan dan wanita merupakan masalah serius dalam budaya global saat ini. Tak heran banyak orang tua manapun yang khawatir. Di zaman sekarang, anak perempuan seringkali menjadi korban cinta yang paling rentan.
Sebagai orang tua, kita perlu membantu mereka menghindari hubungan yang tidak sehat sehingga mereka dapat membuat keputusan terbaik tentang kehidupan cinta mereka.
Dilansir dari Your Tango, anak perempuan yang tumbuh dalam hubungan yang sehat biasanya diajarkan tujuh hal ini oleh orang tua mereka.
1. Ikuti intuisi dan jujur pada diri sendiri
Anak perempuan perlu tahu bahwa intuisinya adalah alat yang ampuh untuk mengambil keputusan. Jadi, mereka harus memercayai dirinya sendiri terlebih dahulu. Intuisi adalah cara yang ampuh untuk mengetahui.
Tetapi, dalam budaya yang didominasi laki-laki, yang menghargai logika dan fakta sains, kita mendiskreditkan dan memutus hubungan yang dimiliki anak kita dengan anugerah yang dahsyat ini.
Ketika anak perempuan terjun ke dunia kencan, intuisi mereka, meskipun mungkin tidak selalu "masuk akal", merupakan cara yang ampuh untuk menghindari tekanan temannya sehingga mereka dapat memilih pasangan kencan yang sehat dan mengetahui batasan mereka.
Ajari dia untuk mengandalkan intuisinya dengan bertanya, "Apa kata hatimu tentang hal ini?" atau "Apa insting pertamamu?"
2. Jadilah pemikir kritis
Ajari anak perempuan bahwa musik yang didengarkannya, buku yang dibacanya, situs media sosial yang dikunjunginya, dan gambar iklan yang dilihatnya memengaruhi gagasannya tentang hubungan yang sehat.
Mengajarkan berpikir kritis dapat dilakukan semudah mengajarinya mengajukan pertanyaan atau menjadi panutan dalam mengajukan pertanyaan. Menjadi pemikir kritis berarti bertanya, "Apa yang saya yakini sebagai kebenaran? Dan mengapa saya meyakini hal ini? Apakah hal ini benar? Apa yang tidak benar tentang hal ini?"
Menjadi pemikir kritis dalam hubungan yang sehat berarti mendengarkan pasangan secara aktif, mempertanyakan asumsi, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan mengevaluasi bukti sebelum membuat kesimpulan.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Educational Research menemukan bahwa hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam dan komunikasi yang lebih efektif sambil mengatasi perselisihan secara konstruktif. Hal ini juga mencakup merefleksikan emosi, mengidentifikasi bias, dan bersikap terbuka terhadap masukan dari pasangan.
3. Mengetahui antara cinta dan kegilaan

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
