Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2025 | 15.48 WIB

Mengungkap Misteri Perselingkuhan, 3 Alasan Psikologis Mengapa Seseorang Berkhianat saat Menjalin Sebuah Hubungan

Ilustrasi dampak dari perselingkuhan merupakan retaknya hubungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi dampak dari perselingkuhan merupakan retaknya hubungan. (Freepik)

JawaPos.com - Berdasarkan pandangan seorang terapis hubungan. Ada tiga alasan utama mengapa seseorang bisa terjerumus dalam perselingkuhan. Satu di antara tiga alasan utama seseorang berselingkuh adalah adanya celah pemenuhan kebutuhan dalam hubungan yang sedang dijalani.

Kebutuhan emosional, fisik, atau bahkan intelektual yang tidak terpenuhi dapat mendorong seseorang mencari pemenuhan di luar hubungan. Mereka mungkin merasa ada sesuatu yang hilang dalam hubungan mereka saat ini.

Keadaan ini menciptakan kerentanan terhadap godaan dan membuka peluang untuk mencari sosok yang dianggap dapat mengisi kekosongan tersebut. Mereka mungkin mencari validasi atau perhatian di luar hubungan mereka. Hal ini dikutip dari Well+Good.

Alasan kedua yang seringkali mendasari perselingkuhan adalah keinginan untuk melarikan diri dari diri sendiri. Seseorang yang merasa tidak bahagia dengan dirinya sendiri atau merasa terjebak dalam rutinitas, mungkin mencari pelarian melalui perselingkuhan.

Mereka mungkin ingin merasakan sensasi baru dan berbeda. Perselingkuhan menjadi semacam katarsis, sebuah cara untuk sementara waktu melepaskan diri dari identitas yang dirasa membebani.

Mereka mungkin mencari identitas baru melalui perselingkuhan. Hal ini memberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman baru dan berbeda. Ketidakpuasan terhadap diri sendiri dapat memicu keinginan untuk mencari identitas baru di luar hubungan yang ada.

Mereka mungkin mencari validasi eksternal untuk meningkatkan harga diri. Mereka mungkin mencari cara untuk merasa lebih hidup dan bersemangat.

Alasan ketiga dan tak kalah penting adalah keinginan untuk menemukan "diri yang lain". Seringkali, orang yang berselingkuh tidak semata-mata mencari orang lain, tetapi mencari versi lain dari diri mereka sendiri.

Mereka mungkin ingin merasakan kebebasan dan petualangan. Dalam hubungan yang monoton dan terasa stagnan, perselingkuhan menawarkan ilusi perubahan dan kesempatan untuk bereksplorasi.

Mereka mungkin ingin mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Mereka mungkin ingin merasa lebih muda dan bersemangat. Keinginan untuk menemukan "diri yang lain" ini seringkali muncul ketika seseorang merasa terjebak dalam rutinitas atau peran yang tidak lagi memuaskan.

Mereka mungkin merasa ada potensi diri yang belum tereksplorasi. Mereka mungkin mencari cara untuk merasa lebih autentik. Penting untuk dipahami bahwa perselingkuhan bukanlah solusi untuk masalah-masalah tersebut.

Sebaliknya, perselingkuhan justru dapat menciptakan masalah baru yang lebih kompleks dan menyakitkan. Komunikasi yang terbuka dan jujur dengan pasangan merupakan kunci untuk mengatasi masalah dalam hubungan.

Jika Anda merasa ada kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam hubungan Anda, bicarakanlah dengan pasangan Anda. Mencari solusi bersama akan jauh lebih baik daripada mencari pelarian melalui perselingkuhan.

Mereka mungkin dapat membantu Anda menemukan solusi yang tepat. Demikian pula, jika Anda merasa tidak bahagia dengan diri Anda sendiri, carilah cara-cara yang sehat untuk mengatasinya.

Konsultasi dengan psikolog atau terapis dapat membantu Anda menemukan jalan keluar yang tepat. Mereka dapat membantu Anda memahami diri Anda lebih baik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore