
Ilustrasi orang yang mudah canggung. (pexels.com)
JawaPos.com - Kita semua pernah mengalami momen yang serba salah saat berpapasan dengan seseorang yang baru kita temui sekali atau dua kali. Rasa canggung muncul begitu saja, meskipun kita tidak bermaksud untuk terlihat kasar atau tidak ramah.
Bertemu dengan kenalan baru memang bisa menjadi situasi yang memunculkan rasa tidak nyaman. Tapi mengapa beberapa orang tampaknya lebih sering merasa seperti ini?
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Kamis (26/12) menurut psikologi, ada beberapa sifat yang kerap dimiliki oleh orang yang merasa canggung saat menghadapi momen ini.
Orang dengan sifat introvert sering kali merasa nyaman saat sendirian atau berada di lingkungan kecil yang familiar. Mereka cenderung menghindari situasi sosial yang besar karena energi mereka terkuras saat harus berinteraksi terlalu banyak.
Saat bertemu dengan kenalan baru, seorang introvert mungkin merasa tidak yakin harus berkata apa atau bagaimana memulai percakapan. Bukan karena mereka tidak ingin bersosialisasi, tetapi interaksi spontan seperti ini bisa terasa melelahkan.
Baca Juga: Jajaran 12 Buah Pembawa Keberuntungan di Tahun Baru Imlek 2025, Ada Jeruk hingga Semangka
Sifat perfeksionis sering kali menjadi akar dari kecanggungan sosial. Pikiran mereka dipenuhi dengan pertanyaan seperti, “Apa yang harus saya katakan? Apakah ini akan terdengar aneh?” atau bahkan “Bagaimana jika saya salah bicara?”
Ketakutan akan membuat kesalahan kecil bisa membuat mereka terlalu fokus pada detail yang sebetulnya tidak penting. Akibatnya, obrolan yang seharusnya sederhana berubah menjadi pengalaman yang menegangkan.
Orang dengan kecemasan sosial biasanya lebih rentan merasa canggung dalam situasi seperti ini. Pikiran mereka mungkin dipenuhi oleh kekhawatiran akan dihakimi, dipermalukan, atau bahkan ditolak.
Saat bertemu dengan kenalan baru, tekanan untuk tampil "sempurna" di mata orang lain membuat mereka merasa tidak nyaman. Tugas sederhana seperti menyapa atau tersenyum pun bisa terasa seperti tantangan besar.
Empati yang tinggi bisa menjadi pedang bermata dua. Orang dengan sifat ini sangat peka terhadap emosi dan suasana hati orang lain.
Saat mereka bertemu dengan kenalan baru, mereka mungkin menangkap tanda-tanda ketidaknyamanan atau kegelisahan dari lawan bicaranya, bahkan jika tanda itu tidak terlalu jelas.
Sensitivitas ini dapat membuat interaksi terasa lebih rumit dan canggung, meskipun tidak ada yang salah secara nyata.
Bagi beberapa orang, spontanitas dalam berinteraksi bisa menjadi sumber stres. Mereka lebih menyukai situasi yang terstruktur dan terencana, di mana mereka memiliki waktu untuk mempersiapkan diri, baik secara mental maupun emosional.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
