
8 Perilaku Halus Orang Tua yang Terlalu Bergantung pada Anak (freepik)
JawaPos.com - Menjalani peran orang tua yang rumit bisa menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini khususnya sulit jika Anda mendapati diri Anda terjebak dalam hubungan yang terlalu bergantung pada anak Anda.
Psikologi telah mengidentifikasi beberapa perilaku halus yang mungkin mengindikasikan bahwa orang tua bersifat terlalu bergantung.
Perilaku ini tidak selalu mudah dikenali, tetapi menyadari perilaku ini merupakan langkah pertama dalam mendefinisikan ulang hubungan orang tua-anak.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Senin (23/12) ini, kita akan membahas 8 perilaku tersembunyi orang tua yang saling bergantung dengan anak-anaknya, menurut psikologi.
1. Melewati batas
Mengasuh anak, pada dasarnya, adalah tentang menemukan keseimbangan yang tepat. Namun dalam hubungan yang saling bergantung, keseimbangan itu dapat dengan mudah terguncang.
Psikologi memberi tahu kita bahwa salah satu tanda awal dari ketergantungan adalah ketika orang tua melampaui batas.
Mereka mungkin menjadi terlalu terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, dan mengaburkan batasan antara dukungan dan kontrol.
Hal ini dapat terwujud dalam banyak cara. Mungkin orang tua yang bersikeras mengerjakan pekerjaan rumah anak remajanya, atau orang tua yang terus-menerus memantau aktivitas media sosial anak mereka.
2. Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan anak Anda
Psikologi menunjukkan bahwa perilaku ini merupakan tanda ketergantungan. Wajar saja jika kita ingin anak-anak kita bahagia, tetapi menjadi masalah jika kita merasa bahwa kitalah yang harus memastikan kebahagiaan itu setiap saat.
3. Kesulitan mengatakan tidak
Dalam hubungan yang saling bergantung, kata 'tidak' bisa jadi sangat sulit diucapkan. Orang tua mungkin merasa sulit untuk menetapkan batasan atau menolak permintaan anak mereka, bahkan ketika permintaan tersebut tidak masuk akal atau tidak pantas.
Perilaku ini muncul karena takut ditolak atau takut mengecewakan. Namun, terus-menerus mengatakan 'ya' terhadap tuntutan anak dapat menyebabkan ketergantungan yang tidak sehat dan ekspektasi yang tidak realistis.
Anak-anak yang belajar mendengar kata 'tidak' dan mengatasi kekecewaan sejak dini sebenarnya cenderung lebih tangguh secara emosional dan mudah beradaptasi di kemudian hari.
4. Mengabaikan kebutuhan pribadi

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
