Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 05.53 WIB

Tanda-Tanda Natal di Mal, Hotel, dan Media Sosial, Melihat Pohon Natal atau Cuplikan Film Home Alone

Ilustrasi tanda-tanda musim Natal di Pusat Perbelanjaan. (pexels.com) - Image

Ilustrasi tanda-tanda musim Natal di Pusat Perbelanjaan. (pexels.com)

JawaPos.com–Selain menandakan pengujung tahun, Desember juga menandakan bahwa umat Kristen telah memasuki masa raya Natal yang jatuh pada 25 Desember setiap tahun. Belakangan berkembang istilah secular Christmas atau un-Christian Christmas.

Sebagian besar orang memandang hari Natal sebagai momen yang menyatukan semua orang tanpa batas dan sekat. Momen Natal adalah tentang persahabatan, keluarga, dan pemberian hadiah, bukan soal kecemasan atau penerimaan. Alhasil, hari raya Natal sudah bersifat sekuler dan internasional.

Banyak orang merayakannya bersama keluarga, kerabat, dan sahabat. Mereka pun peka terhadap tanda-tanda hari Natal. Tanda-tanda menjelang Natal itu muncul jauh sebelum Desember.

Di Inggris, jelang Natal ditandai dengan kemunculan iklan minuman ringan yang sohor dari Amerika Serikat, dikutip dari christmastreeworld.co.uk, Sabtu, (7/12). Sementara itu di Amerika Serikat, tanda-tanda Natal sudah dimulai sejak September di beberapa kota atau negara bagian. Seperti memasang ornamen Natal sebagai dekorasi di pasar swalayan atau mal dan memutar lagu-lagu Natal.

Di Indonesia tidak ditandai dengan iklan komersial, melainkan lebih bersifat fisik dan digital seperti di Amerika Serikat. Berikut tanda-tanda musim Natal di Indonesia.

Lagu Natal di Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

Setiap menjelang musim Natal, mal atau swalayan cenderung memasang lagu-lagu Natal yang dilantunkan penyanyi sohor kelas internasional seperti Frank Sinatra, Nat King Cole, dan Michael Buble. Jika anda mendengar lantunan lagu-lagu itu, itu adalah pertanda menjelang musim Natal.

Dekorasi Pohon Natal dan Christmas Carol di Pusat perbelanjaan

Selain memutar lagu-lagu Natal yang popular, manajemen mal juga cenderung mendekorasi gedung dengan ornamen Natal seperti pohon natal, kereta rusa Sinterklas, manusia salju (snowman), dan lampu Natal di setiap sudut serta bunga poinsettia atau kastuba.

Pusat perbelanjaan biasanya membuat pohon Natal raksasa yang dipasang di hall utama gedung atau di taman pelataran mal. Bahkan, tak jarang juga pusat perbelanjaan mendekorasi bangunan dengan tema Natal yang spesifik seperti Christmas Rabbit atau Christmas flamingo.

Manajemen mal kerap mengadakan pertunjukan paduan suara atau mengundang penyanyi untuk melantunkan lagu Natal di hall utama mal. Biasanya, acara ini disebut dengan Christmas Carol, mengadaptasi tradisi christmas carol atau caroling, sebuah kebiasaan menyanyikan lagu-lagu Natal oleh sekelompok orang di lingkungan sekitar dari rumah ke rumah atau keluarga ke keluarga.

Pesta Potongan Harga dan Cuci Gudang

Salah satu tanda bahwa musim Natal telah dekat adalah pesta potongan harga dan cuci gudang di setiap pusat perbelanjaan dan swalayan. Ini adalah tanda paling sekuler dari dari hari Natal. Pasalnya, pesta potongan harga dan cuci gudang di setiap mal dan swalayan dapat dinikmati secara universal oleh seluruh masyarakat.

Jadi, pada momen ini bukan hanya kalangan umat Kristen yang berbelanja untuk membeli hadiah dan keperluan hari raya, melainkan seluruh orang dari berbagai latar untuk memenuhi kebutuhannya dengan harga yang lebih murah. Namun, umumnya potongan harga besar berlaku bagi barang-barang yang sudah out of date.

Gelas dan Mug Tema Natal di Waralaba Kopi

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore