Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 20.07 WIB

Ini 10 Pelajaran Hidup yang Kerap Terlambat Disadari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi pelajaran hidup yang terlambat disadari menurut Psikologi - Image

Ilustrasi pelajaran hidup yang terlambat disadari menurut Psikologi

JawaPos.com – Menurut psikologi, banyak pelajaran hidup berharga yang sering kali baru disadari ketika seseorang telah melewati fase-fase penting dalam hidup. Pembelajaran pengalaman ini sering kali telat untuk disadari.

Dengan memahami beberapa pelajaran hidup yang mungkin kerap terlambar dipetik intisarinya ini, kita bisa lebih siap untuk menjalani hidup yang lebih bermakna tanpa penyesalan di kemudian hari.

Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (26/11), diterangkan bahwa terdapat sepuluh pelajaran hidup yang acap kali terlambat disadari oleh kebanyakan orang menurut Psikologi.

1. Memahami ketidakabadian hidup

Setiap saat dalam kehidupan kita selalu berubah dan tidak ada yang bertahan selamanya. Para ahli ilmu jiwa telah lama menekankan bahwa kebanyakan orang menghabiskan waktu mereka mengejar hal-hal material dan pencapaian hidup, namun terlambat menyadari bahwa semua itu bersifat sementara.

Kebahagiaan sejati tidak terikat pada hal-hal fana seperti harta benda atau status sosial, melainkan pada penerimaan akan sifat kehidupan yang terus bergerak. Ketika kita bisa menerima ketidakpermanenan ini, kita akan lebih mudah melepaskan keterikatan dan hidup damai di masa sekarang.

2. Pentingnya menerima diri

Ibarat cermin yang memantulkan bayangan, kita perlu melihat diri sendiri dengan penuh kasih dan penerimaan, bukan dengan kritik dan penghakiman.

Studi ilmu perilaku menunjukkan bahwa sikap menerima diri bukan berarti berpuas diri atau mengabaikan kekurangan, melainkan mengakui bahwa kelebihan dan kelemahan adalah bagian integral dari siapa kita.

Banyak orang terjebak dalam siklus negatif dengan menjadi kritikus terberat untuk diri sendiri, yang dapat memicu kecemasan dan depresi. Menurut Jon Kabat-Zinn, selama kita masih bernapas, selalu ada lebih banyak hal baik dalam diri kita dibanding hal buruk, seburuk apapun perasaan kita saat itu.

3. Melepaskan ego

Ego sering menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan hidup seseorang. Para pakar kejiwaan menemukan bahwa ego berlebihan dapat memicu stres, pengambilan keputusan buruk, dan masalah dalam hubungan.

Ajaran Buddha mengajarkan bahwa ego bukanlah musuh yang harus dihancurkan, melainkan bagian dari diri yang perlu dipahami dan dikendalikan. Sayangnya, pemahaman ini sering datang terlambat setelah bertahun-tahun keputusan yang didorong ego telah merusak kesejahteraan dan hubungan seseorang.

4. Merangkul kegagalan

Ilmuwan perilaku telah membuktikan bahwa sikap kita terhadap kegagalan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kesuksesan. Seperti Thomas Edison yang mengatakan bahwa ia tidak gagal, tetapi telah menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil, kegagalan seharusnya dilihat sebagai pelajaran berharga.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore