
Ilustrasi people pleaser. (Alex Green/pexels.com)
JawaPos.com - Jika kamu tipe orang yang bersikap people pleaser, maka kamu mungkin dikenal karena siap melakukan apa saja demi membuat orang lain bahagia. Meskipun menjadi baik hati dan membantu orang lain adalah sifat yang positif, terlalu berlebihan dalam menyenangkan orang lain justru bisa berdampak buruk bagi dirimu.
Tindakan seperti ini bisa membuatmu merasa lelah secara emosional, serta menyebabkan stres dan kecemasan yang berlebihan. Merangkum verywellmind.com, berikut ini beberapa dampak sikap people pleaser yang berefek buruk bagi diri sendiri, maka perlu agar dijauhi.
1. Kemarahan dan frustasi
Kamu mungkin benar-benar menikmati membantu orang lain, namun kamu juga bisa merasa frustrasi ketika melakukan sesuatu dengan terpaksa atau hanya sebab merasa itu adalah kewajiban. Saat dirimu bertindak semata-mata karena rasa kewajiban, bukannya keinginan tulus, perasaan frustrasi ini dapat memunculkan siklus yang tidak sehat.
Kamu mungkin merasa kesal atau marah kepada orang yang dibantu sebab merasa mereka memanfaatkan kebaikanmu, di mana ini bisa membuatmu menyesal atau mengasihani diri sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa orang people pleaser lebih rentan makan berlebihan, terutama dalam situasi sosial.
2. Kecemasan dan stres
Berupaya membuat orang lain senang umumnya akan menguras energi fisik dan mentalmu. Ketika dirimu berusaha untuk mengelola segala sesuatu, perasaan stres dan kecemasan bisa muncul. Kondisi ini akan berdampak buruk pada kesehatanmu.
Meskipun membantu orang lain dapat membawa manfaat kesehatan mental, seperti yang ditemukan dalam penelitian mengenai prososialitas yang menunjukkan hubungan antara kebaikan dan kesejahteraan, tidak memberikan waktu untuk diri sendiri bisa berisiko menyebabkan masalah kesehatan akibat stres yang berlebihan.
3. Kemauan yang terkuras
Saat kamu menghabiskan seluruh energi dan sumber daya mentalmu agar membuat orang lain bahagia, hal itu dapat menguras tekad dan kemauanmu untuk mencapai tujuan pribadi. Penelitian menunjukkan bahwa kemauan keras dan kemampuan untuk mengendalikan diri adalah sumber daya yang terbatas.
Apabila kamu terus-menerus mengarahkan energi mentalmu untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan orang lain, maka kamu berisiko kehabisan tenaga agar fokus pada kebutuhan dan tujuan pribadimu. Dalam jangka panjang, ini bisa menghalangi dirimu dalam mencapai apa yang dinginkan dalam hidup.
4. Sulit mengenal diri sendiri
Orang yang cenderung menyenangkan orang lain umumnya menyembunyikan kebutuhan dan preferensi mereka demi mengakomodasi orang lain. Hal ini dapat membuat dirmu merasa tidak hidup secara autentik, bahkan mungkin merasa terasing dari diri sendiri.
Menyembunyikan perasaan sebenarnya juga menyulitkan orang lain dalam mengenalmu dengan cara yang lebih baik. Berbagi hal-hal tentang dirimu penting dalam hubungan dekat, namun tidak akan efektif jika kamu tidak menunjukkan dirimu yang sebenarnya.
5. Hubungan menjadi lemah

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
