
Ilustrasi cara tipe kepribadian MBTI menunjukkan empati pada orang lain.
JawaPos.com - Ketika berbicara tentang empati, banyak orang yang menganggap sebagai kemampuan untuk memahami emosi orang lain. Beberapa orang nampaknya lebih baik dalam hal ini daripada yang lain.
Padahal empati lebih seperti kecerdasan yang hadir dalam berbagai bentuk. Jadi ini, bukan tentang seberapa baik atau buruk empati seseorang.
Melainkan mencari tahu empati apa yang muncul secara alami dalam diri seseorang dan di mana bagian yang perlu ditingkatkan.
Dilansir dari True You Journal, inilah cara tipe kepribadian MBTI menunjukkan empati pada orang lain.
1. Teori: Empati kognitif
Para ahli teori yaitu ENTJ, ENTP, INTJ, dan INTP memiliki pikiran dan tindakan yang rasional dan logis. Hal ini tidak hanya berpengaruh pada cara mereka melihat dunia, tetapi juga dari caranya yaitu menggunakan lebih banyak pikiran daripada hati.
Dengan kata lain, mereka memiliki empati kognitif. Mereka hebat dalam menganalisis dinamika interpersonal dan menyimpulkan bagaimana perasaan seseorang berdasarkan konteks dan perilaku orang tersebut.
Seorang yang ahli secara teori tidak akan sekedar mendengarkan, tetapi juga memahami konteks situasi yang lebih luas. Mereka mungkin akan berkata, "Jangan terlalu menganggapnya serius. Itu tidak berarti dia tidak peduli. Maksudku, dia sedang banyak urusan sekarang—dengan pekerjaan barunya dan sebagainya."
Meskipun ini dapat membantu temannya untuk melihat segala sesuatu dari perspektif yang tepat, namun mungkin itu bukan yang mereka cari saat itu. Kemungkinan orang tersebut telah mengetahui jauh di lubuk hati, tetapi tetap merasa kesal dan ingin seseorang mengakui dan memvalidasinya.
Dengan kata lain, temannya mencari empati emosional yang bukan merupakan ahli seorang teoritikus. Itulah sebabnya, banyak orang yang menganggap mereka bukan orang yang peka dan tidak peduli secara emosional.
Empati yang penuh kasih sayang bukan menjadi kelebihan mereka. Meskipun mereka memahami apa yang sedang dialami seseorang secara emosional dan apa yang mungkin membantu, mereka bukanlah tipe yang akan benar-benar melakukan sesuatu untuk mengatasinya.
2. Responden: Empati emosional
Responden seperti ESTP, ESFP, ISTP, dan ISFP selalu hidup di masa sekarang. Mereka sangat peka terhadap detail sensorik dan emosional dari lingkungan terdekatnya. Dalam hal empati, mereka adalah orang yang sangat alami dalam menangkap emosi orang lain dan meresponnya secara langsung.
Namun, mereka tidak memikirkannya. Mereka merasakan emosi orang lain hampir di tingkat naluri. Mereka secara alami mungkin akan bertanya sesuatu seperti, "Hai, apakah semuanya baik-baik saja di sini?" atau memberikan komentar ringan untuk meredakan ketegangan.
Karena terlalu fokus pada apa yang terjadi, responder mungkin akan mengabaikan konteks yang lebih dalam dari situasi yang lebih kompleks. Jika seorang teman merasa sedih, responder mungkin hanya mencoba menghibur dengan mengalihkan perhatian atau menawarkan bahu untuk menangis.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
