Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2024 | 23.13 WIB

Kenali Lebih Awal, 11 Tanda Seorang Playing Victim yang Patut Diwaspadai sebab Dapat Membuatmu Merasa Bersalah

Ilustrasi Zodiak Paling Jago Playing Victim (pressfoto/freepik.com) - Image

Ilustrasi Zodiak Paling Jago Playing Victim (pressfoto/freepik.com)

JawaPos.com - Umumnya, orang yang playing victim membuat keadaan yang tidak baik dalam berbagai situasi hidup kita. Kondisi ini adalah suatu perilaku yang banyak dilakukan tanpa disadari, di mana kita merasa bahwa kita selalu dirugikan atau tidak diperlakukan dengan adil oleh orang lain atau keadaan.

Sayangnya, melakukan playing victim biasanya tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Sebaliknya, orang yang terus-menerus menganggap dirinya sebagai korban biasanya justru menjauhkan diri dari orang-orang terdekat seperti teman, keluarga, atau bahkan rekan kerja.

Sikap ini bisa menciptakan jarak emosional dan menghambat hubungan yang sehat, bahkan mereka tidak membuka ruang untuk komunikasi dan pemahaman yang lebih tepat. Dikutip dari lifehack.org, berikut beberapa tanda seorang playing victim yang dapat membuatmu merasa bersalah.

1. Mereka menghindari tanggung jawab

Saat seseorang berperan sebagai korban, mereka cenderung menghindari tanggung jawab atas situasi yang dialami. Sebaliknya, mereka sering menyalahkan orang lain supaya merasa bersalah atau bahkan mengabaikan kontribusi mereka sendiri dalam memperburuk masalah yang ada.

Setiap peristiwa, keadaan, atau tantangan dalam hidup seharusnya bisa menjadi peluang bagi seseorang untuk berkembang. Walaupun mereka mungkin tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi, selalu ada ruang untuk merenung apakah mereka ikut berperan dalam situasi tersebut.

Dengan mempertanyakan hal ini, seseorang mampu lebih bertanggung jawab, lebih dewasa, dan lebih terbuka dalam bekerja sama guna mencari solusi. Selain itu, ini juga dapat membantu mereka menghindari terjebak dalam masalah serupa di masa depan.

2. Mereka memendam dendam

Orang yang playing victim cenderung memendam dendam lama dan sering membuat orang lain merasa bersalah atas tindakan mereka. Dendam ini mereka simpan layaknya senjata, seolah-olah sebagai persiapan jika ada yang mencoba mengajukan pertanggungjawaban.

Mereka mungkin mengungkit kembali kenangan atau peristiwa yang menyakitkan di masa lalu, namun kejadian ini akan menjadikannya sebagai alasan untuk tidak mengubah sikap, kehidupan, atau keadaan mereka saat ini.

Agar bisa maju dan menghentikan peran sebagai korban, penting dalam menyadari bahwa memendam dendam hanya menghalangi kemajuan. Dengan melepaskan dendam, seseorang bisa merebut kembali kendali atas diri dan hidup mereka.

3. Kesulitan bersikap tegas

Orang yang merasa sebagai korban sering merasa kehilangan kendali atas hidupnya, membuat mereka sulit mengungkapkan kebutuhan. Pola ini merusak harga diri dan meningkatkan risiko kecemasan. Solusinya adalah mencari bantuan profesional guna mengubah arah hidup secara positif.

Akan tetapi, belajar bersikap tegas bukanlah proses instan. Ini membutuhkan waktu, latihan, dan kesabaran. Seiring berjalannya waktu, mereka yang berhasil bersikap tegas akan mampu mengatasi perasaan tidak berdaya dan mengasihani diri yang menghambat kemajuan mereka.

4. Merasa tidak berdaya

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore