
Ilustrasi wanita yang tangguh.(Freepik)
JawaPos.com - Anak-anak di era sekarang mengalami tekanan yang besar akibat persaingan di media sosial. Anak-anak yang tumbuh sebagai remaja, kini lebih sering membandingkan hidup mereka dengan orang lain dan merasa bahwa dirinya tak lebih baik.
Remaja saat ini, melihat orang lain tampak menjalani hidup yang sempurna dan merasa tidak cukup pintar atau ramah dalam mencapai keberhasilan. Oleh sebab itu, penting mengajarkan anak-anak bahwa tidak ada yang secara otomatis lahir dengan bakat untuk sukses.
Keberhasilan dan kebahagiaan diperoleh dari pilihan yang tepat, seperti memilih mengambil risiko dan mendekati orang lain demi persahabatan, bekerja keras supaya mendapatkan nilai yang baik, atau terus berusaha meskipun menghadapi tantangan yang sulit.
Merangkum psy-ed.com, berikut cara menumbuhkan mental yang kuat dan tangguh pada remaja agar tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain.
1. Beri penjelasan tentang keberanian
Jelaskan bahwa orang yang berani tidak selalu merasakan keberanian di dalam hatinya. Anak-anak cenderung berpikir secara harfiah, sehingga mereka menganggap bahwa jika seseorang bertindak berani, berarti orang tersebut tidak merasakan ketakutan.
Mereka kemudian menyimpulkan bahwa karena mereka merasa takut, maka mereka tidak berani. Persepsi ini dapat memengaruhi perilaku dan citra diri mereka. Kamu bisa membantu mencegah hal ini dengan menjelaskan bahwa orang berani juga merasa takut, meskipun mereka tetap bertindak.
2. Berikan dukungan kepada anak
Mendorong keberanian pada anak seperti menyiram benih keberanian yang sudah ada di dalam dirinya. Sebagai orang tua, kamu memiliki peran penting dalam memupuk pertumbuhan benih ini. Salah satu cara paling efektif adalah dengan secara konsisten memberikan afirmasi positif.
Ketika kamu menyatakan keyakinanmu akan keberanian anak, maka kamu tidak hanya sekadar memberikan pujian, tetapi juga menciptakan sebuah cermin yang memantulkan kembali citra dirinya yang kuat dan berani.
Kamu bisa mengucapkan kalimat-kalimat seperti, "Ibu yakin kamu bisa mengatasi ini. Ibu tahu kamu sangat berani," atau, "Ibu sangat bangga dengan keputusan yang kamu buat. Itu menunjukkan betapa beraninya kamu."
3. Dorong anak melakukan hal baru
Dorong anakmu untuk mencoba berbagai kegiatan baru, seperti drama, olahraga, musik, dan seni, tanpa memikirkan apakah anak akan mampu melakukannya. Ajari anak bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar lebih mengenal diri sendiri, bukan untuk mengalahkan orang lain.
Biarkan anak bereksperimen dengan ide-ide baru dan jangan batasi pandangannya. Jadikan mencoba hal-hal baru sebagai bagian dari rutinitas keluarga, misalnya dengan mencoba makanan baru, mengunjungi tempat baru, dan mengembangkan rasa petualangan.
4. Berikan contoh yang positif

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
