Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2024 | 02.30 WIB

5 Perilaku Orang yang Banyak Makan saat Bosan Menurut Psikologi, Salah Satunya Suka Ngemil, Apakah Kamu Salah Satunya?

Salah satu perilaku orang makan saat bosan adalah suka ngemil di malam hari (freepik) - Image

Salah satu perilaku orang makan saat bosan adalah suka ngemil di malam hari (freepik)

JawaPos.com – Banyak orang beralih ke makanan saat kebosanan menyerang. Hal ini terlibat dalam perilaku yang mengungkap pola psikologis yang lebih dalam.

Kecenderungan ini sering terwujud dalam bentuk makan tanpa berpikir dimana orang-orang makan camilan tanpa rasa lapar yang sebenarnya. Artinya hanya untuk mengisi kekosongan emosional.

Alih-alih memilih rasa yang sederhana namun mereka justru mencari makanan yang kompleks dan kaya yang memberikan rangsangan sensorik. Bagi mereka, makan juga dapat berfungsi sebagai alat menunda-nunda atau sumber kenyamanan emosional.

Dengan memahami sifat-sifat orang yang banyak makan saat bosan dapat membuat kita membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan menemukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi kebosanan.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa perilaku orang yang banyak makan saat merasa bosan sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (15/10) sebagai berikut :

  1. Mengunyah tanpa berpikir

Perilaku pertama yang sering terlihat pada orang yang makan karena bosan adalah mengunyah tanpa berpikir. Ini bukan tentang memuaskan rasa lapar tetapi lebih kepada mengisi kekosongan emosional atau menghabiskan waktu.

Bayangkan saja ketika Anda sedang duduk di depan TV dan tidak terlalu lapar tetapi Anda tetap ingin meraih sekantong keripik. Jenis makan ini biasanya terjadi tanpa banyak berpikir oleh sebab itu disebut tanpa berpikir.

Psikolog berpendapat bahwa makan karena bosan dikaitkan dengan faktor emosional dimana makanan berperan sebagai pengalih perhatian atau cara mengatasi perasaan negatif.

Bukan tentang makanan nya tetapi lebih kepada tindakan makan itu sendiri yang memberikan pelarian sementara dari kebosanan. Ini juga bukan tentang menyalahkan diri sendiri namun tentang memahami pemicunya dan menemukan cara yang lebih sehat untuk menanggapinya.

  1. Memilih rasa yang kompleks

Menariknya, ketika kebosanan menyerang dan memicu keinginan untuk makan, kita sering tidak mencari makanan hambar atau sederhana. Psikologi di balik perilaku ini menunjukkan bahwa rasa yang rumit membuat pikiran kita tetap aktif.

Pengalaman sensorik saat memakan sesuatu yang kaya atau berlapis rasa dapat berfungsi sebagai bentuk stimulasi mental.

  1. Makan sebagai bentuk penundaan

Ciri umum lainnya di antara mereka yang banyak makan saat bosan adalah menggunakan makanan sebagai bentuk penundaan.

Ini bukan tentang makanan itu sendiri tetapi tindakan makan memberikan waktu istirahat atau pengalih perhatian dari tugas yang sedang dikerjakan.

Ini adalah cara mudah untuk menunda atau menghindari melakukan sesuatu yang mungkin kita anggap membosankan atau menantang. Menariknya, otak kita cenderung membenarkan perilaku ini dengan meyakinkan kita bahwa kita lapar meskipun sebenarnya tidak.

  1. Kenyamanan emosional

Makanan bisa lebih dari sekadar nutrisi bagi tubuh. Kadang-kadang makanan dapat berfungsi sebagai sumber kenyamanan emosional. Jika Anda mendapati diri Anda mencari makanan saat merasa bosan maka Anda tidak sendirian.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore