Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 September 2024 | 16.23 WIB

Abaikan Love Language, Kenali Stress Language dari Pasangan untuk Hubungan yang Lebih Langgeng

Kenali Stress Language dari Pasangan untuk Hubungan yang Lebih Langgeng.

JawaPos.com - Setiap orang memiliki cara berbeda dalam merespons stres, dan memahami cara pasangan Anda bereaksi saat menghadapi tekanan bisa menjadi kunci untuk menjaga hubungan tetap harmonis.

Dengan memahami "stress language" atau bahasa stres pasangan, Anda bisa memberikan dukungan yang lebih tepat dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Dilansir dari laman Pure Wow pada Kamis (26/9) berikut adalah lima tipe bahasa stres yang mungkin Anda temui dalam hubungan:

1. The Exploder
Tipe ini meledak saat merasa stres. Mereka mungkin cenderung marah, berteriak, atau bahkan berkata-kata tajam saat emosi memuncak.

Pasangan dengan tipe ini sering merasa lega setelah mengekspresikan perasaan mereka, tetapi bagi Anda yang berada di sekitarnya, ini bisa menjadi pengalaman yang menegangkan.

Cara Menghadapinya: Jangan terpancing emosi. Biarkan mereka mengeluarkan semua perasaan tanpa menyela. Setelah emosi mereda, coba ajak bicara dengan tenang. Katakan bahwa Anda memahami stres mereka, tetapi jelaskan juga batasan yang perlu dihormati dalam cara berkomunikasi.

2. The Imploder
Kebalikan dari The Exploder, tipe ini justru menutup diri dan menyimpan semua emosi di dalam. Mereka terlihat tenang di luar, tetapi sebenarnya sedang menyembunyikan tekanan yang besar.

Akhirnya, mereka merasa semakin tertekan karena tidak bisa mengekspresikan perasaan.

Cara Menghadapinya: Bersikaplah sabar dan berikan ruang. Jangan memaksa mereka untuk berbicara jika belum siap, tetapi pastikan mereka tahu bahwa Anda selalu siap mendengarkan.

Ajak mereka untuk berjalan-jalan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk membantu mereka merasa lebih nyaman membuka diri.

3. The Fixer
Tipe ini merespons stres dengan mencoba memperbaiki segala sesuatu. Mereka tidak bisa diam dan langsung mencari solusi untuk setiap masalah.

Meskipun niatnya baik, terkadang pasangan mereka justru merasa tidak didengarkan karena terlalu fokus pada solusi daripada perasaan.

Cara Menghadapinya: Jika Anda berhadapan dengan The Fixer, beri tahu mereka bahwa Anda hanya butuh didengarkan, bukan diberi solusi.

Katakan dengan lembut bahwa kehadiran dan dukungan mereka sudah cukup tanpa perlu mencari solusi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore