Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 September 2024 | 01.00 WIB

Mau Buka Warung Sembako? Pertimbangkan Dulu 5 Hal Ini Sebelum Memulai

Ilustrasi: Toko Sembako. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: Toko Sembako. (Istimewa)

JawaPos.com - Bisnis warung sembako dan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) masih merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Jenis produk yang merupakan kebutuhan harian masyarakat dan perputaran barang yang cepat, menjadikan bisnis toko sembako dan produk FMCG memberikan peluang besar untuk meraih kesuksesan dan omzet yang tinggi.

Berdasarkan data BPS pada Februari 2024, terdapat 149,38 juta orang angkatan kerja di mana sekitar 4,82 persennya masih dikategorikan pengangguran terbuka. Ironisnya, 5,89 juta di antaranya berada di perkotaan.

"Tidak selamanya membangun usaha sendiri itu lebih buruk dari bekerja di korporasi. Membuka warung sembako adalah salah satu opsi yang menarik," ujar Brand Marketing Lead AwanToko, Agung Priambodo dalam keterangan tertulis.

Menurut Agung, ada lima hal yang harus dipertimbangkan sebelum seseorang memutuskan untuk membuka warung sembako:

1. Minat dan Mimpi

Minat dan mimpi sangat penting untuk menentukan kehidupan dan karier seseorang. Mengetahui apa yang benar-benar disukai dapat membantu seseorang memilih antara membuka bisnis atau bekerja di kantor.

"Memahami tujuan jangka panjang akan membantu Anda untuk dapat memilih jalur yang sesuai untuk mencapainya. Jika mimpi Anda adalah menjadi seorang pengusaha, membuka usaha mungkin menjadi pilihan yang lebih baik dan logis," katanya.

"Sementara, jika mimpi Anda menjadi pejabat atau senior eksekutif, bekerja di kantor menjadi langkah awal yang tepat. Pada akhirnya, mengenali minat dan mimpi adalah kunci untuk menentukan karier kedepannya, apakah membuka usaha atau bekerja di kantor," sambungnya.

2. Risiko dan Manfaat pada Aspek Keuangan

Saat memutuskan untuk memulai usaha toko sembako, risiko finansial yang mungkin dihadapi adalah bahwa di awal-awal seseorang mungkin tidak akan memiliki banyak uang. Sebagian besar dana akan digunakan untuk modal awal membangun bisnis, membeli stok barang, dan mengelola operasional.

"Bahkan, ketika bisnis sudah mulai berjalan, ada kemungkinan besar bahwa uang Anda akan tercampur, antara uang pribadi dan uang bisnis, sehingga dapat membuat keuangan Anda menjadi lebih rumit," katanya.

"Namun, apabila Anda mengelola keuangan dengan baik dan terstruktur, bisnis Anda akan memiliki peluang untuk berkembang pesat. Keuntungan yang diperoleh dari bisnis tersebut bisa menjadi jauh lebih besar dari gaji yang Anda peroleh jika Anda bekerja di kantor," sambung Agung.

Sementara itu, jika seseorang memilih untuk bekerja di kantor, risiko finansial biasanya lebih kecil karena Anda menerima gaji yang stabil. "Keuangan Anda akan terjaga dengan baik, dan Anda akan memiliki manfaat finansial yang pasti. Namun, keuntungan bekerja di kantor dalam hal finansial mungkin tidak sebesar jika Anda berhasil membangun bisnis Anda sendiri," katanya.

3. Komitmen terhadap Waktu

Ketika seseorang bekerja di kantor, jam kerjanya sudah ditentukan oleh perusahaan. Mereka memiliki jadwal rutin yang harus diikuti, dan seringkali harus berada di tempat kerja selama beberapa jam tertentu setiap harinya. Hal ini bisa membatasi fleksibilitas dalam mengatur waktu untuk melakukan aktivitas lain di luar pekerjaan. Seperti mengurus kebutuhan pribadi, keluarga, atau bahkan mengejar hobi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore