Ilustrasi seseorang yang sedang sedih. (Freepik)
JawaPos.com - Perasaan sedih atau kesedihan sebenarnya merupakan hal wajar yang dialami seseorang. Namun ternyata, perasaan sedih memiliki banyak jenis. Bahkan ada jenis kesedihan yang tidak terlihat.
Biasanya, perasaan sedih akan muncul karena kehilangan seseorang dalam hidup atau telah merasa gagal akan menggapai sesuatu. Rasa sedih yang berlarut-larut hingga tak menyadari kesedihan juga bisa dialami seseorang. Untuk itu perlu memahami berbagai jenis kesedihan ini dapat membantu kita menjalani proses penyembuhan dengan lebih baik.
Dilansir dari verywellmind (11/9), setidaknya ada 8 kesedihan yang bisa saja dialami Anda atau seseorang yang Anda sayangi.
Baca Juga: Sri Mulyani Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Ditawari Jabatan Menkeu Lagi? Begini Kata Thomas Djiwandono
1. Kesedihan Normal/Umum
Kesedihan normal adalah jenis kesedihan yang paling umum dialami. Biasanya dimulai dengan rasa terkejut dan tidak percaya setelah kehilangan. Emosi intens dan kerinduan untuk kembali bersama orang yang hilang sering terjadi.
Seiring waktu, rasa sakit yang mendalam akan berkurang, meskipun tidak sepenuhnya hilang. Kebanyakan orang dapat beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari dan merasa emosi menjadi lebih dapat diatasi. Jenis kesedihan ini biasanya mereda dalam waktu 1-2 tahun.
Sekitar 50-85 persen orang mengalami kesedihan normal. Ini dianggap bagian dari proses berduka yang diharapkan. Perjalanan melalui kesedihan ini adalah hal yang alami dan menantang.
2. Kesedihan Antisipatif
Kesedihan antisipatif terjadi sebelum kehilangan benar-benar terjadi. Ini adalah rasa duka yang dirasakan saat mengantisipasi kematian orang tercinta. Biasanya muncul ketika seseorang didiagnosis dengan penyakit terminal.
Hannah Mayderry menggambarkannya sebagai campuran kesedihan dan kekhawatiran. Bentuk kesedihan ini bisa sangat melelahkan, terutama bagi para pengasuh. Pengalaman ini mencakup campuran kesedihan dan kelelahan.
Mengakui kesedihan antisipatif sangat penting karena berbeda dari berduka biasa. Ini menyoroti tekanan emosional yang dirasakan bahkan sebelum kehilangan terjadi. Kesadaran ini membantu memvalidasi emosi kompleks yang terlibat.
3. Kesedihan Kronis
Kesedihan kronis bertahan lama setelah kehilangan terjadi. Ditandai dengan perasaan duka yang intens yang terus berlangsung. Banyak orang dengan kesedihan kronis juga mengalami depresi atau kecemasan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
