JawaPos.com- Ahli psikologi telah mengungkapkan bahwa urutan kelahiran seseorang dapat menentukan karakter dan kepribadian psikologis mereka. Baik itu anak sulung, anak tengah ataupun anak bungsu.
Jika sebelumnya mengulas tentang kepribadian anak tengah, bagaimana kepribadian anak pertama atau anak sulung? Sebab posisi mereka dinilai unik dalam sebuah keluarga.
Dilansir dari laman
choosingtherapy.com oleh JawaPos.com, Jumat (6/9), terdapat 10 ciri kepribadian yang dimiliki oleh anak sulung di kemudian hari:
1. Mendominasi
Sebagai cara untuk membangun dominasi atas adik-adiknya, anak tertua mungkin bersikap lebih otoriter seiring dengan pertumbuhan adik-adiknya. Mereka memiliki tekad dan tanggung jawab yang kuat.
Anak tertua sering kali diberi peran sebagai pengasuh bagi adik-adiknya, yang memperkuat perilaku protektif.
3. Berprestasi berlebihan
Karena ekspektasi yang tinggi dari pengasuh dan anggota keluarga lainnya, anak-anak yang lebih tua sering kali mengembangkan kecenderungan perfeksionis. Hal ini biasanya terlihat pada nilai, olahraga, dan bahkan karier.
4. Potensi Kepemimpinan
Anak-anak yang lebih besar umumnya diberi posisi kepemimpinan segera setelah kelahiran adiknya, sehingga mereka dapat berlatih sejak usia dini.
5. Bertanggung jawab
Ketika suatu tugas atau pekerjaan harus diselesaikan, orang tua meminta bantuan anak tertua. Hal ini memperkuat rasa tanggung jawab yang sering kali dibawa anak hingga dewasa.
Anak sulung memiliki harapan yang lebih tinggi sejak lahir karena mereka adalah anak pertama orang tua mereka.
Jika mereka anak tunggal, mereka dapat belajar melalui coba-coba, alih-alih diberi tahu cara melakukan sesuatu oleh saudara yang lebih tua. Hal ini menghasilkan rasa tekad yang kuat.
7. Berterus terang
Karena anak sulung terkadang dianggap sebagai juru bicara bagi saudara-saudaranya, banyak yang merasa nyaman dengan membela diri sendiri dan orang lain.
8. Ambisius
Anak tertua mungkin lebih cenderung mengejar kesuksesan akademis dan karier, karena perhatian individual yang mereka terima dari orang tua sebelum kedatangan saudara mereka.
Ketika seorang anak menerima perhatian penuh dari orang tua yang peduli, mereka mungkin menganggap bahwa pendapat dan perhatian mereka penting.
Hal ini memperkuat gagasan bahwa ide-ide mereka harus disuarakan, yang umumnya mengakibatkan perilaku ini berlanjut saat mereka dewasa.