Ilustrasi tradisi malam 1 Suro./ Dedy_timbul/ pixaby.com
JawaPos.com - Malam satu Suro merupakan waktu penanggalan kalender Jawa ketika memasuki bulan Muharram di tahun Hijriah. Tahun ini satu Suro bertepan dengan 7 Juli.
Dilansir dari laman Artikel Universitas Islam An-Nur Lampung, awal mula perayaan malam Suro bertujuan untuk memperkenalkan kalender Islam di kalangan masyarakat Jawa pada Kerajaan Demak oleh Sunan Giri II.
Penetapan satu Suro sebagai awal tahun kalender Jawa dilakukan sejak jaman Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang ingin memperluas ajaran Islam di tanah Jawa.
Saat malam satu Suro, masyarakat Jawa melakukan ritual tradisi yang turun temurun dari para leluhur, mulai dari semedi, sesirih, sesuci, dan serasehan.
Ritual tradisi yang dibangun tetap dijaga dan dipelihara hingga saat ini, agar kerukunan umat beragama dapat terwujud melalui kearifan lokal dan nilai toleransi dapat ditanamkan pada generasi penerus.
Dilansir dari laman Kementerian Agama, Yayuk dalam tulisannya “Tradisi Suro Wujud Implementasi Kerukunan” menyebutkan bahwa ada 3 golongan tindakan simbolis masyarakat Jawa dalam ritual tradisi malam satu Suro, diantaranya :
Pertama, tindakan simbolis religius yang berbentuk karena pengaruh zaman mitos, atau disebut kebudayaan asli Jawa.
Kedua, tindakan simbolis religius yang terpengaruh dari zaman kebudayaan Hindu-Jawa, mengingat bahwa ajaran Hindu adalah keyakinan yang pertama kali dikenal oleh masyarakat Jawa.
Ketiga, tindakan simbolis religius yang terpengaruh dari zaman kebudayaan Hindu-Jawa dan Jawa-Islam.
Hal ini terjadi karena ajaran Islam hadir di tanah Jawa setelah sedikit demi sedikit hilangnya ajaran Hindu.
Dari ketiga golongan simbolis tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena masing-masing dilaksanakan secara beruntun, mendarah daging, serta telah menjadi adat istiadat dan budaya Jawa.
Sehingga meskipun penyambutan malam satu Suro ini berkaitan dengan ajaran Islam, masyarakat Jawa tetap melekatkan adat istiadat lain yang sudah diwariskan oleh para leluhur.
Malam satu Suro seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis yang dipercaya oleh masyarakat Jawa karena bulan Suro sendiri dikenal sebagai bulan kesedihan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
