Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 19.49 WIB

Orang yang Sering Berselisih dengan Teman Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Tidak Sadar Menunjukkan 8 Perilaku Ini

Ilustrasi; teman yang diam-diam menaruh rasa benci. (peoplecreations-freepik) - Image

Ilustrasi; teman yang diam-diam menaruh rasa benci. (peoplecreations-freepik)

JawaPos.com - Persahabatan adalah salah satu hubungan paling berharga dalam hidup kita. 
 
Namun, seiring bertambahnya usia, tidak jarang kita mendapati diri berselisih dengan teman-teman lama. 
 
Meskipun perbedaan pandangan dan perubahan prioritas sering kali menjadi penyebabnya, ada beberapa perilaku yang tanpa disadari bisa menyebabkan konflik. 
 
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (1/7), terdapat delapan perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang berselisih dengan teman-teman seiring bertambahnya usia.

1. Tidak Fleksibel dalam Jadwal

Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab kita semakin banyak, baik itu pekerjaan, keluarga, atau komitmen lainnya. 
 
 
Orang yang tidak fleksibel dalam jadwal mereka sering kali membuat teman-teman merasa diabaikan atau tidak dihargai. 
 
Ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan jadwal teman bisa menyebabkan perasaan tersisih dan memicu konflik.

2. Mengabaikan Komunikasi

Komunikasi adalah kunci dalam menjaga hubungan apa pun, termasuk persahabatan. 
 
Orang yang sering berselisih dengan teman-temannya cenderung mengabaikan komunikasi, baik itu dengan tidak membalas pesan atau tidak menginisiasi percakapan. 
 
Ini bisa membuat teman-teman merasa tidak dihargai dan diabaikan.

3. Terlalu Kritis

Seiring bertambahnya usia, kita mungkin merasa lebih bijak dan berpengalaman. 
 
Namun, sikap terlalu kritis terhadap keputusan atau gaya hidup teman-teman bisa menimbulkan gesekan. 
 
Mengkritik tanpa memberikan dukungan atau solusi konstruktif bisa membuat teman-teman merasa diserang dan tidak dihargai.
 
Perubahan prioritas adalah hal yang wajar dalam hidup. Namun, jika perubahan ini drastis dan tidak disertai dengan komunikasi yang baik, teman-teman mungkin merasa ditinggalkan. 
 
Misalnya, seseorang yang sebelumnya sering berkumpul dengan teman-teman mungkin lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluarga atau karir tanpa memberi penjelasan yang cukup.

5. Tidak Mendukung Saat Dibutuhkan

Persahabatan yang kuat didasarkan pada dukungan emosional. Orang yang sering berselisih dengan teman-temannya biasanya kurang memberikan dukungan saat dibutuhkan. 
 
Ketidakmampuan untuk hadir secara emosional atau fisik saat teman mengalami masa sulit bisa merusak hubungan.

6. Mementingkan Diri Sendiri

Egoisme adalah salah satu penyebab utama konflik dalam persahabatan.
 
Orang yang cenderung mementingkan diri sendiri, mengutamakan kebutuhan dan keinginan mereka di atas teman-teman, sering kali berselisih dengan orang-orang di sekitar mereka. 
 
Ini bisa terlihat dari kebiasaan mengatur semua kegiatan sesuai dengan keinginan mereka tanpa mempertimbangkan pendapat teman.
 

Mengungkit-ungkit kesalahan atau masalah masa lalu bisa menjadi racun dalam hubungan apa pun. 
 
Orang yang sering berselisih dengan teman-temannya biasanya sulit melupakan atau memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan. 
 
Memelihara dendam lama dan tidak memberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan bisa mengarah pada perpecahan yang lebih dalam.

8. Tidak Menghargai Perubahan

Seiring waktu, setiap orang berubah. Orang yang tidak menghargai atau menerima perubahan pada teman-temannya cenderung berselisih lebih sering.
 
Misalnya, seseorang yang tidak menerima perubahan dalam pandangan politik, agama, atau gaya hidup teman-temannya mungkin akan mengalami lebih banyak konflik.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore