Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juni 2024 | 16.04 WIB

Jika Anda Ingin Tetap Berpikiran Tajam Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 4 Perilaku ini

ilustrasi seseorang memiliki keterampilan berpikir kritis/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Mempertahankan ketangkasan mental seiring bertambahnya usia bukan hanya tentang teka-teki silang dan permainan memori. Ini juga tentang melepaskan perilaku tertentu yang dapat menumpulkan keunggulan kognitif kita. 

Kebiasaan dan pilihan gaya hidup kita memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak kita, dan beberapa di antaranya mungkin lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Namun, inilah kabar baiknya. Dengan mengidentifikasi perilaku-perilaku yang merugikan ini, kita memberi diri kita kesempatan untuk mengubahnya. 

Dikutip dari hackspirit, berikut beberapa perilaku yang mungkin ingin anda hentikan, jika anda ingin menjaga pikiran tetap tajam seiring bertambahnya usia. 

1) Menggulir tanpa berpikir panjang

Di era digital, sangat mudah terjebak dalam perangkap scrolling tanpa henti. Entah itu feed media sosial, situs berita, atau bahkan hanya berpindah dari satu blog ke blog lainnya, scrolling tanpa berpikir dapat menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kita sadari. 

Dan meskipun kelihatannya seperti cara yang tidak berbahaya untuk bersantai atau menghabiskan waktu, perilaku ini sebenarnya dapat berdampak buruk pada kesehatan kognitif kita.

Masalah dengan scrolling tanpa berpikir adalah bahwa hal ini tidak melibatkan otak kita dengan cara yang berarti.

Alih-alih secara aktif memproses informasi, kita hanya mengonsumsinya secara pasif. Keterlibatan yang dangkal seperti ini tidak menstimulasi fungsi kognitif kita dan dapat menyebabkan kelesuan mental dari waktu ke waktu.

Selain itu, paparan layar digital yang terus-menerus dapat mengganggu pola tidur - faktor kunci lain dalam menjaga ketajaman mental.

Jika Anda ingin tetap tajam secara mental seiring bertambahnya usia, pertimbangkan untuk menetapkan batasan waktu di depan layar. Pilihlah aktivitas yang menantang otak Anda - baca buku, pecahkan teka-teki, atau pelajari keterampilan baru. 

2) Mengabaikan aktivitas fisik

Sebagai orang yang selalu menghargai keterkaitan antara tubuh dan pikiran, saya tidak bisa tidak menekankan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga ketajaman mental.

Latihan fisik yang teratur tidak hanya bermanfaat bagi tubuh kita; tetapi juga penting untuk kesehatan kognitif kita. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak, yang membantu pengiriman oksigen dan nutrisi - komponen penting untuk pemeliharaan dan pertumbuhan sel-sel otak yang sehat.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore