
Ilustrasi orang yang sangat cerdas jarang bersosialisasi. (Freepik)
JawaPos.com - Orang cerdas tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki berbagai macam ciri unik. Ada berbagai jenis kecerdasan, seperti emosional, interpersonal, logis, dan bahkan musikal.
Salah satu ciri orang yang sangat cerdas adalah lahir sebagai anak sulung atau anak pertama. Mereka cenderung berpeluang untuk memperoleh hasil tes yang baik.
Selain itu, orang yang sangat cerdas juga cenderung jarang bersosialisasi. Apa saja ciri lain dari orang yang sangat cerdas?
Simak ciri orang yang sangat cerdas menurut sains dalam artikel ini, dikutip dari The Minds Journal, Kamis (13/6).
1. Punya Rasa Ingin Tahu
Menurut penelitian pada 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Individual Differences, terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan selama masa kanak-kanak dan keinginan untuk memperoleh pengalaman di masa dewasa. Selama 50 tahun, para peneliti yang melakukan penelitian tersebut mengamati orang-orang yang lahir di Inggris.
Mereka menyimpulkan bahwa anak-anak pada usia 11 tahun dengan hasil IQ lebih tinggi dinilai lebih tertarik untuk mendapatkan pengalaman baru pada usia 50 tahun dibandingkan anak-anak lainnya.
2. Kreatif
Seperti yang pernah dikatakan oleh Albert Einstein bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Perlu diketahui, orang yang sangat cerdas juga sangat kreatif.
Psikolog dan pelatih eksekutif Dr. Perpetua Neo mengungkapkan demikian, "Bersikap terbuka dan kreatif berarti kita dapat dengan mudah mengumpulkan wawasan baru yang secara kualitatif berbeda dari keseluruhannya."
3. Berani Mengambil Risiko
Ternyata, mengambil risiko menjadi ciri lain dari kecerdasan yang lebih tinggi. Menurut penelitian di Finlandia, mulai tahun 2015, orang yang berani mengambil risiko dinilai lebih cerdas.
Para peserta penelitian harus lulus tes simulasi mengemudi. Mereka harus melewati lampu lalu lintas berwarna kuning atau menunggu lampu berubah menjadi merah.
Para ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengambil keputusan berisiko selama percobaan memiliki lebih banyak white matter pada otak. White matter merupakan bagian otak yang berhubungan dengan kapasitas kognitif.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
