Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 23.44 WIB

Ketahui 6 Ciri Orang yang Sangat Cerdas Menurut Sains, Lahir sebagai Anak Sulung hingga Jarang Bersosialisasi

Ilustrasi orang yang sangat cerdas jarang bersosialisasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sangat cerdas jarang bersosialisasi. (Freepik)

JawaPos.com - Orang cerdas tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki berbagai macam ciri unik. Ada berbagai jenis kecerdasan, seperti emosional, interpersonal, logis, dan bahkan musikal.

Salah satu ciri orang yang sangat cerdas adalah lahir sebagai anak sulung atau anak pertama. Mereka cenderung berpeluang untuk memperoleh hasil tes yang baik.

Selain itu, orang yang sangat cerdas juga cenderung jarang bersosialisasi. Apa saja ciri lain dari orang yang sangat cerdas?

Simak ciri orang yang sangat cerdas menurut sains dalam artikel ini, dikutip dari The Minds Journal, Kamis (13/6).

1. Punya Rasa Ingin Tahu

Menurut penelitian pada 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Individual Differences, terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan selama masa kanak-kanak dan keinginan untuk memperoleh pengalaman di masa dewasa. Selama 50 tahun, para peneliti yang melakukan penelitian tersebut mengamati orang-orang yang lahir di Inggris.

Mereka menyimpulkan bahwa anak-anak pada usia 11 tahun dengan hasil IQ lebih tinggi dinilai lebih tertarik untuk mendapatkan pengalaman baru pada usia 50 tahun dibandingkan anak-anak lainnya.

2. Kreatif

Seperti yang pernah dikatakan oleh Albert Einstein bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Perlu diketahui, orang yang sangat cerdas juga sangat kreatif.

Psikolog dan pelatih eksekutif Dr. Perpetua Neo mengungkapkan demikian, "Bersikap terbuka dan kreatif berarti kita dapat dengan mudah mengumpulkan wawasan baru yang secara kualitatif berbeda dari keseluruhannya."

3. Berani Mengambil Risiko

Ternyata, mengambil risiko menjadi ciri lain dari kecerdasan yang lebih tinggi. Menurut penelitian di Finlandia, mulai tahun 2015, orang yang berani mengambil risiko dinilai lebih cerdas.

Para peserta penelitian harus lulus tes simulasi mengemudi. Mereka harus melewati lampu lalu lintas berwarna kuning atau menunggu lampu berubah menjadi merah.

Para ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengambil keputusan berisiko selama percobaan memiliki lebih banyak white matter pada otak. White matter merupakan bagian otak yang berhubungan dengan kapasitas kognitif.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore