Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 22.58 WIB

Alasan Perusahaan Menghindari Mempekerjakan Pekerja Gen Z Berdasarkan Hasil Survei

Survei Menunjukkan Alasan Perusahaan Menghindari Pekerjakan Pekerja Gen Z. (Sumber Foto : freepik) - Image

Survei Menunjukkan Alasan Perusahaan Menghindari Pekerjakan Pekerja Gen Z. (Sumber Foto : freepik)

JawaPos.com – Empat dari sepuluh manajer menghindari mempekerjakan lulusan perguruan tinggi karena dianggap tidak siap menghadapi dunia profesional, menurut survei Desember 2023 terhadap 800 direktur dan eksekutif AS yang terlibat dalam rekrutmen.

Satu dari lima perusahaan melaporkan bahwa lulusan baru sering membawa orang tua mereka ke wawancara kerja. Selain itu, 21% perusahaan mengatakan bahwa beberapa kandidat menolak menyalakan kamera saat wawancara virtual.

Pengusaha juga mengeluhkan kesulitan para kandidat dalam melakukan kontak mata, berpakaian tidak pantas, dan menggunakan bahasa yang tidak sesuai.

Hasil survei ini tidak mengejutkan Michael Connors, seorang perekrut di bidang akuntansi dan teknologi di wilayah Washington, yang mempersiapkan lulusan baru untuk wawancara kerja. "Pada akhirnya, tampaknya ada kurangnya keseriusan, apakah mereka benar-benar menginginkan pekerjaan ini, atau hanya sekadar coba-coba" terangnya.

Seperti yang dikabarkan voanews, sebanyak 38% pengusaha yang disurvei mengatakan mereka lebih memilih mempekerjakan pekerja yang lebih tua daripada lulusan perguruan tinggi, bahkan bersedia membayar lebih atau meningkatkan tunjangan.

Hampir separuh perusahaan melaporkan harus memecat lulusan baru karena 63% dari mereka tidak mampu menangani beban kerja, 61% sering terlambat masuk kerja, 59% sering melewatkan tenggat waktu, dan 53% sering terlambat menghadiri rapat.

Kurang siapnya rasa profesional di kalangan Generasi Z, membuat beberapa lulusan baru ini mungkin terlalu dimanjakan. Connors mengamati beberapa anak muda tampaknya lebih mementingkan keseimbangan dalam kehidupan kerja.

Setengah dari perusahaan yang disurvei melaporkan bahwa lulusan baru sering meminta kompensasi yang tidak masuk akal. Sementara itu menurut survei yang melibatkan 10.033 responden Gen Z dari seluruh dunia mengungkap beberapa alasan utama mengapa mereka lebih tertarik pada pekerjaan freelance.

Kebebasan dan Fleksibilitas

Gen Z mendambakan kontrol atas waktu dan tempat mereka bekerja. Pekerjaan freelance memungkinkan mereka mengatur jam kerja sendiri, memilih proyek yang mereka sukai, dan bekerja dari mana saja asalkan ada koneksi internet.

Mengejar Minat

Freelance memberikan peluang bagi Gen Z untuk mengejar passion mereka dan membangun karir di bidang yang mereka minati.

Potensi Penghasilan yang Lebih Besar

Survei menunjukkan bahwa Gen Z percaya freelance menawarkan potensi penghasilan lebih besar dibandingkan pekerjaan tradisional.

Keseimbangan Kehidupan Kerja

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore