4 temperamen. (freepik)
JawaPos.com – Dalam ilmu psikologi, tempramen merujuk pada aspek-aspek kepribadian yang bersifat bawaan dan cenderung tetap sepanjang hidup seseorang.
Konsep ini telah dipelajari sejak zaman Yunani Kuno, dengan teori empat temperamen yang dikembangkan oleh Hippocrates dan Galen.
Meskipun teori ini telah berkembang seiring waktu, konsep dasar temperamen tetap menjadi bagian penting dalam memahami perilaku manusia.
Berikut adalah penjelasan tentang empat tipe temperamen klasik menurut ilmu psikologi:
Sanguinis adalah individu yang ekstrovert, penuh semangat, optimis, dan sosial. Mereka cenderung ramah, mudah bergaul, dan seringkali menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. Sifat positif seorang Sanguinis adalah mudah beradaptasi, penuh energi dan antusiasme, optimis dan positif, serta berjiwa sosial dan suka berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, sifat negatif seorang Sanguinis adalah cenderung kurang disiplin, terkadang dianggap tidak konsisten, serta mudah bosan dan mencari hiburan terus-menerus.
Koleris adalah individu yang penuh tekad, tegas, dan seringkali memiliki sifat pemimpin. Mereka cenderung berorientasi pada tujuan dan hasil, serta mampu membuat keputusan cepat. Sifat positif seorang koleris diantaranya yaitu berorientasi pada tujuan, tegas dan percaya diri, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta bersemangat dan penuh energi. Sedangkan sifat negatif seorang koleris adalah bisa menjadi keras kepala, cenderung dominan dan suka mengontrol, serta terkadang kurang peka terhadap perasaan orang lain.
Melankolis adalah individu yang cenderung introvert, analitis, dan perfeksionis. Mereka seringkali sangat terorganisir dan memiliki standar yang tinggi, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. Sifat positif seorang melankolis yaitu teliti dan detail oriented, loyal dan dapat diandalkan, analitis, dan berpikir mendalam, serta kreatif dan artistik. Sedangkan sifat negatif seorang melankolis yaitu bisa menjadi terlalu kritis, cenderung pesimis, serta seringkali merasa cemas dan khawatir berlebihan.
Plegmatis adalah individu yang tenang, sabar, dan damai. Mereka cenderung mudah bergaul dan tidak suka konflik, serta lebih suka lingkungan yang stabil dan harmonis. Sifat positif dari seorang plegmatis adalah sabar dan toleran, dapat diandalkan dan setia, pendengar yang baik, serta tenang dan stabil. Sedangkan sifat negatif seorang phlegmatis adalah bisa menjadi terlalu pasif, kurang inisiatif, dan cenderung menghindari konfrontasi.
Memahami tipe temperamen manusia dapat membantu kita mengenali kekuatan dan kelemahan bawaan kita sendiri dan orang lain. Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih efektif dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan berbagai tipe kepribadian.
Meskipun setiap individu unik dan mungkin memiliki campuran berbagai sifat dari keempat temperamen ini, mengetahui dominasi temperamen tertentu dapat menjadi alat yang berguna dalam pengembangan pribadi dan profesional.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
