
Ilusrasi- Hubungan persaudaraan yang toxic/ Freepik.com
JawaPos.com - Apakah temanmu toxic? Menyadari teman toxic memang rumit karena pada awalnya teman toxic itu baik. Namun secara perlahan, teman toxic akan terlihat bahwa dialah yang menjadi sumber masalahnya.
Bahaya dari teman toxic adalah mereka mempunyai cara untuk membuat temannya merasa rendah diri, tidak terlihat, dan cemas. Hal itu akan mengikis rasa percaya diri seseorang dan membahayakan kesehatan mentalnya.
Akan tetapi, memutuskan hubungan persahabatan akan menciptakan drama besar-besaran. Jadi menetralisir toksisitas seringkali merupakan ide terbaik.
Dilansir dari Psychology Today, biasanya orang sehat (baca: tidak toxic) memiliki kapasitas yang lebih dalam seperti penyesalan, kesadaran, akuntabilitas, empati, dan kesadaran diri. Kualitas-kualitas ini patut dipertahankan. Namun hal itu akan membuat seseorang rentan terhadap teman toxic. Kok bisa? Karena teman toxic tersebut memanfaatkan kecenderungan orang lain untuk memandang teman toxic terlebih dahulu.
Hanya saja, individu sehat tidak boleh mengubah sifat baik atau kecenderungannya untuk reflektif dan bertanggung jawab. Ini adalah kualitas yang mengagumkan. Langkah awal, penting untuk menguraikan apakah teman itu toxic atau tidak.
Berikut 10 Tanda Teman Toxic
1. Memberikan komentar yang membingungkan dan menyengat. Komentar-komentar ini menyebabkan keraguan dan kecemasan.
2. Dia mengabaikan perasaan temannya dan mempromosikan perasaannya sendiri.
3. Jika teman yang sehat menonjolkan diri dalam persahabatan, teman toxic membingkainya sebagai orang yang dramatis atau terlalu sensitif.
4. Kadang-kadang teman toxic itu bersikap baik untuk mencegah temannya mencurigai dirinya toxic. Teman toxic sangat baik ketika orang lain memperhatikan.
5. Karakter teman toxic seperti orang gila. Kemungkinannya adalah mereka sudah menuduh temannya atau orang lain melakukan tindakan toxic. Teman toxic sangat pandai memutarbalikkan fakta.
6. Seringkali mereka berperan sebagai korban, dengan menyatakan bahwa mereka mempunyai penderitaan yang lebih sulit dibandingkan orang lain.
7. Mereka melakukan triangulasi, artinya jika ada teman yang sama, mereka mulai menyelaraskan teman tersebut dengan dirinya sendiri dan mengecualikan teman yang sehat.
8. Mereka jarang mengomentari kesuksesan atau pencapaian temannya. Namun mereka dengan mudah menyoroti kesuksesan atau pencapaiannya sendiri.
9. Seringkali mereka mengabaikan temannya saat sedang bersama teman lain.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
