tips mengatasi burnout selama kuliah./ Pexels/Nataliya Vaitkevich
JawaPos.com- Tekanan hebat akibat pekerjaan memang bisa memicu burnout syndrome (occupational burnout). Kondisi ini kerap ditandai dengan kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh ekspektasi dan kenyataan dalam pekerjaan yang tidak berjalan sesuai harapan.
Dorongan untuk terjadinya burnout terdiri dari interaksi antara faktor-faktor endogen yang bersifat spesifik pada individu dan faktor-faktor eksogen yang berhubungan dengan pekerjaan.
Meskipun kelelahan itu sendiri merupakan fenomena yang berbeda, terdapat tumpang tindih antara kelelahan dan gejala depresi, individu dengan kelelahan klinis yang parah mungkin memiliki manifestasi depresi atau depresi subklinis yang bersifat sementara.
Setiap pekerjaan pasti memiliki tantangan, hambatan, dan kesulitannya masing-masing. Sering menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sangat lelah sehingga sebuah pekerjaan tidak dapat dikerjakan dengan cepat dan menguras waktu.
Burn out ditandai dengan tiga hal, pertama kelelahan fisik. Depresi, perasaan tidak berdaya, merasa terperangkap di dalam pekerjaannya. Biasanya kondisi ini ditandai dengan kelelahan secara emosional dan juga fisik, yang diakibatkan karena kenyataan dan ekspektasi karyawan di posisinya tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.
Dikutip dari siloamhospitals.com, alodokter.com bahwa Burnout tidak dialami dalam waktu semalam melainkan dalam waktu bertahap yang seiring berjalannya waktu dapat memburuk. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah berikut ini:
Menjaga keseimbangan hidup, antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi (work-life balance) sebaik mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi waktu untuk bersantai, bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.
Mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan secara rutin selain itu, ada baiknya untuk bersikap realistis dan tidak menetapkan ekspektasi yang terlalu berlebihan guna meminimalkan rasa cemas dan stres berlebih.
Ceritakan apa yang dirasakan kepada kerabat atau orang-orang terdekat yang bisa dipercaya guna mendapatkan dukungan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada diri sendiri.
Menerapkan gaya hidup sehat sebaik mungkin guna membantu mengatasi burnout dari aktivitas sehari-hari. Sebab, menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga membuat pikiran menjadi lebih fokus dan jernih.
Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi psikologis (psikoterapi), seperti cognitive behavioral therapy (CBT) untuk membantu memodifikasi perilaku, pola pikir, dan emosi yang tidak sehat.
Prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu,perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.
Atur pola pikir dan bersikaplah realistis, sehingga dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang.
Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
