Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juni 2024 | 22.23 WIB

Waspadai Burnout Syndrome! 8 Ciri-ciri Gejala dan Tips Mencegah Burnout Akibat Pekerjaan

tips mengatasi burnout selama kuliah./ Pexels/Nataliya Vaitkevich

JawaPos.com- Tekanan hebat akibat pekerjaan memang bisa memicu burnout syndrome (occupational burnout). Kondisi ini kerap ditandai dengan kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh ekspektasi dan kenyataan dalam pekerjaan yang tidak berjalan sesuai harapan.

Dorongan untuk terjadinya burnout terdiri dari interaksi antara faktor-faktor endogen yang bersifat spesifik pada individu dan faktor-faktor eksogen yang berhubungan dengan pekerjaan. 

Meskipun kelelahan itu sendiri merupakan fenomena yang berbeda, terdapat tumpang tindih antara kelelahan dan gejala depresi, individu dengan kelelahan klinis yang parah mungkin memiliki manifestasi depresi atau depresi subklinis yang bersifat sementara. 

Setiap pekerjaan pasti memiliki tantangan, hambatan, dan kesulitannya masing-masing. Sering menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sangat lelah sehingga sebuah pekerjaan tidak dapat dikerjakan dengan cepat dan menguras waktu. 

Burn out ditandai dengan tiga hal, pertama kelelahan fisik. Depresi, perasaan tidak berdaya, merasa terperangkap di dalam pekerjaannya. Biasanya kondisi ini ditandai dengan kelelahan secara emosional dan juga fisik, yang diakibatkan karena kenyataan dan ekspektasi karyawan di posisinya tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

Dikutip dari siloamhospitals.comalodokter.com bahwa Burnout tidak dialami dalam waktu semalam melainkan dalam waktu bertahap yang seiring berjalannya waktu dapat memburuk. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Menjaga Keseimbangan Hidup

Menjaga keseimbangan hidup, antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi (work-life balance) sebaik mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi waktu untuk bersantai, bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.

  1. Mengevaluasi Setiap Kegiatan yang Dilakukan

Mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan secara rutin selain itu, ada baiknya untuk bersikap realistis dan tidak menetapkan ekspektasi yang terlalu berlebihan guna meminimalkan rasa cemas dan stres berlebih. 

  1. Berbagi Cerita dengan Orang Terdekat

Ceritakan apa yang dirasakan kepada kerabat atau orang-orang terdekat yang bisa dipercaya guna mendapatkan dukungan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada diri sendiri. 

  1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat sebaik mungkin guna membantu mengatasi burnout dari aktivitas sehari-hari. Sebab, menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga membuat pikiran menjadi lebih fokus dan jernih.

  1. Menghubungi Psikolog atau Psikiater

Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi psikologis (psikoterapi), seperti cognitive behavioral therapy (CBT) untuk membantu memodifikasi perilaku, pola pikir, dan emosi yang tidak sehat. 

  1. Buat prioritas

Prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu,perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

  1. Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi terhadap diri sendiri

Atur pola pikir dan bersikaplah realistis, sehingga dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. 

  1. Ubah gaya hidup

Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore