Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Mei 2024 | 20.54 WIB

Simak dan Pahami, Ini 9 Kebiasaan untuk Memperkuat Hubungan Orang Tua dengan Anak

Ilustrasi ibu sedang berusaha menenangkan anaknya yang kesal dan mengajari cara mengatur emosinya (freepik) - Image

Ilustrasi ibu sedang berusaha menenangkan anaknya yang kesal dan mengajari cara mengatur emosinya (freepik)

JawaPos.Com - Mengasuh buah hati mungkin bukan tugas yang ringan bagi orang tua, khususnya yang baru pertama memiliki anak. 

Ya, membangun hubungan antara oarang tua dan anak tidak hanya terjadi secara alamiah, namun juga perlu beberapa hal yang harus diupayakan.

Oleh karenanya, untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, perlu beberapa hal yang harus dilakukan dan dipelajari.

Dilansir dari peacefulparenthappykids.com, Jumat(10/5), berikut adalah 9 kebiasaan yang memperkuat dan meningkatkan hubungan bersama anak.

  1. Berikan pelukan hangat

Peluklah anak Anda di pagi hari dan di malam hari selama beberapa menit. Peluklah saat anak mengucapkan selamat tinggal atau saat bertemu kembali. Lakukan kontak mata dan senyuman yang merupakan jenis sentuhan yang berbeda.

Jika anak Anda yang masih kecil atau remaja menolak rayuan Anda saat masuk ke dalam rumah, Anda harus lebih santai dalam menjalin hubungan. Sediakan minuman dingin untuknya dan ajaklah anak untuk mengobrol, Ini adalah cara yang sangat mudah untuk mendengar apa yang terjadi dalam hidupnya hari ini.

  1. Ajak Bermain Bersama

Tertawa dan bermain-main membuat Anda tetap terhubung dengan anak , Hal ini merangsang hormon endorfin dan oksitosin. Menjadikan tertawa sebagai kebiasaan sehari-hari juga memberi anak Anda kesempatan untuk menertawakan kecemasan dan kekesalan yang anak Anda alami, Hal ini akan membantu anak dalam kehidupannya kelak.

  1. Matikan teknologi saat berinteraksi dengan anak.

Kenyataannya anak akan mengingat semua hal yang penting seumur hidupnya bahwa ketika orang tuanya mematikan ponsel untuk mendengarkannya. Bahkan mematikan musik di dalam mobil dapat menjadi ajakan yang kuat untuk terhubung  karena kurangnya kontak mata di dalam mobil akan menghilangkan tekanan, sehingga anak-anak akan lebih mungkin untuk membuka diri dan berbagi kepada Anda.

  1. Bantu anak saat masa transisi

Anak-anak mengalami kesulitan saat masa transisi dari satu hal ke hal lainnya. Mereka membutuhkan Anda untuk ikut membantu mengatur mereka melalui saat-saat tersebut, saat mereka benar-benar tidak ingin menyerah dengan apa yang ingin anak Anda lakukan untuk beralih ke hal lain yang harus  mereka lakukan. Tatap matanya, panggil namanya, dan buat anak Anda tertawa. Hal ini dapat menjembatani anak untuk melewati masa peralihan yang sulit.

  1. Selamat datang emosi.

Anak-anak memiliki perasaan tidak nyaman yang menyebabkan timbulnya tingkat emosi tinggi. Dan tentunya anak perlu mengekspresikan emosi itu kepada Anda atau mereka akan mendorong perilakunya.

Selain itu, Gunakan kesempatan untuk membantu anak Anda dengan emosi tersebut yang akan membuat Anda lebih dekat. Jadi, kumpulkan semua perasaan Anda, Jangan biarkan kemarahan anak memicu Anda, Usap air mata dan ketakutan yang selalu tersembunyi di balik kemarahan.

Ingatlah bahwa Anda adalah orang yang dipercaya anak untuk menangis dan bernafaslah dengan tenang. Akui saja semua perasaan itu dan tawarkan pengertian tentang rasa sakitnya. Hal ini akan menciptakan rasa aman sehingga anak dapat melewati emosi tersebut dan kembali ke dalam hubungan,

 setelah itu, ia akan merasa lebih santai, kooperatif, dan lebih dekat dengan Anda.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore