
Hypophrenia, Gejala Menangis tanpa Sebab./Pexels/Cottonbro Studio
JawaPos.com - Sering menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan mengganggu bagi banyak orang. Menangis adalah reaksi emosional alami terhadap berbagai perasaan, sering kali disertai dengan kesedihan dan penderitaan. Namun, terkadang juga bisa terjadi ketika seseorang merasa tersentuh atau bahagia.
Meski menangis adalah respons emosional alami, kejadian ini secara berulang atau tanpa pemicu yang jelas bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih dalam, termasuk depresi. Maka, perlu diketahui penyebab mengapa seseorang sering menangis secara tiba-tiba.
Melansir dari Alodokter dan Hello Sehat, berikut ini beberapa penyebab mengapa seseorang sering menangis secara tiba-tiba.
Perubahan Hormon
Perubahan hormon seringkali menjadi pemicu utama dari tangisan tanpa sebab, khususnya lebih umum terjadi pada wanita. Ini terjadi karena wanita cenderung mengalami fluktuasi hormon yang lebih sering, seperti saat PMS, kehamilan, dan pasca melahirkan.
Bisa juga karena mengalami PMDD atau premenstrual dysphoric disorder, kondisi yang menyerupai PMS tetapi lebih parah, dengan gejala yang mencakup depresi, kegelisahan, dan iritabilitas yang lebih besar. Biasanya menyerang wanita dengan riwayat depresi atau kecemasan.
Meski penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, ahli meyakini bahwa hubungannya dengan perubahan hormon selama siklus menstruasi, termasuk kadar serotonin.
Gangguan Kecemasan dan Stres
Gangguan kecemasan atau generalized anxiety disorder (GAD) menyebabkan orang merasa panik berlebihan, dengan gejala seperti detak jantung yang cepat dan kesulitan bernapas. Ini bisa menjadi penyebab mengapa seseorang menangis tiba-tiba.
Gangguan kecemasan dapat membuat penderitanya merasa terlalu terbebani dan bisa mengganggu aktivitas sehari-harinya. Bisa juga karena stres. Orang yang mengalami stres seringkali menangis sebagai respons tubuh untuk mengurangi hormon stres dan mencari dukungan dari orang lain.
Depresi
Depresi menyebabkan penderitanya merasa sedih secara terus-menerus dan menangis tanpa sebab yang jelas. Mereka bahkan bisa menangis dalam situasi yang biasa dalam hidup.
Selain itu, gejala depresi meliputi hilangnya minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati, perubahan dalam nafsu makan, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, dan bahkan pemikiran untuk melakukan bunuh diri.
Bipolar
Bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Perubahan ini terdiri dari fase mania dan depresi. Pada fase mania, penderita bisa sangat bersemangat, bahagia, dan energik, sedangkan pada fase depresif mereka merasa sangat sedih, putus asa, dan mungkin menangis tiba-tiba.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
