Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 03.47 WIB

Dibalik Seorang Kupu-kupu Sosial yang Supel, Ini 6 Perjuangan yang Seringkali Dirasakan oleh Setiap Ekstrovert

6 perjuangan yang hanya dipahami setiap ekstrovert (freepik) - Image

6 perjuangan yang hanya dipahami setiap ekstrovert (freepik)

JawaPos.com – Dalam budaya hiper-sosial di kehidupan sehari-hari kita yang cenderung menyukai kepribadian yang supel, ada sebuah hal yang disayangkan.

Yakni, stigma buruk yang seringkali menyelimuti orang-orang introvert. Mereka secara umum dianggap kurang menguntungkan dan kurang berkontribusi dalam hubungan sosial.

Namun ternyata, kaum ekstrovert juga menghadapi serangkaian perjuangan dan penilaian sosial yang sama beratnya seperti orang-orang introvert.

Dilansir dari ajc.com, Rabu (1/5), berikut 6 perjuangan yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang ekstrovert dalam hidup mereka.

1. Mereka seringkali tidak diperbolehkan untuk bersedih

Saat seorang ekstrovert secara tiba-tiba menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara, mereka seringkali dipertanyakan. Padahal, orang ekstrovert juga butuh sedikit waktu istirahat.

Beberapa kali orang ekstrovert mungkin sengaja memilih duduk di ujung meja saat pesta makan malam ketika mereka sedikit lelah. Namun, hal ini tidak berarti mereka tidak bahagia atau merasa kesal.

2. Mereka selalu dituntut untuk dapat menghibur setiap orang

Keterampilan berbicara, membuat lelucon, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, merupakan keterampilan yang sangat berguna dari seorang ekstrovert. Jadi, wajar jika orang ekstrover menerima banyak undangan kegiatan sosial.

Namun, seringkali mereka diundang hanya untuk memeriahkan pesta tersebut. Mereka memang sangat suka melakukan hal itu dan bergabung ke acara-acara sosial, hanya saja hal itu tidak berarti mereka bisa melakukannya setiap saat.

3. Mereka seringkali dianggap tidak tulus

Orang ekstrovert mampu melakukan diskusi intelektual dan berpikir kompleks seperti halnya introvert saat mereka berbicara dengan orang lain. Namun sayangnya, tidak semua orang memandang mereka seperti itu.

Faktanya, mereka merasa harus selalu membuktikan diri atau menonjolkan prestasi pendidikan dan kariernya untuk menghilangkan dugaan negatif orang-orang terhadap mereka.

4. Mereka selalu dituntut untuk bisa mencari topik sebuah percakapan

Hanya karena orang-orang ekstrovert berbakat dalam hal komunikasi dan kepandaian dalam menjaga percakapan, bukan berarti mereka harus terus-menerus melakukan hal itu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore