Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 April 2024 | 08.10 WIB

Mengenal Perilaku Hoarding, Si Penyimpan Barang Bekas yang Tak Pernah Sadar Kekacauannya

ilustrasi hoarding dissorder./ Maryland Anxiety Center

JawaPos.com – Bagi sebagian orang, menyimpan barang bekas menjadi sebuah kebiasaan. Namun hati-hati, jika berlebihan jangan-jangan ini adalah perilaku hoarding.

Orang dengan perilaku hoarding adalah mereka yang memiliki kesulitan untuk menyingkirkan atau berpisah dengan barang-barang. Ia selalu memiliki keinginan untuk menyimpan barang tersebut.

Upaya untuk berpisah dengan barang-barang tersebut menimbulkan tekanan yang cukup besar pada pelaku hoarding. Pada akhirnya, ia kembali menyimpan barang tersebut.

Sebuah penelitian dari American Psychiatric Association menyimpulkan bahwa keputusan untuk kembali menyimpan barang akan menimbulkan kekacauan yang mengganggu hidupnya.

Mengenal Si Penimbun Barang

Perilaku menimbun tidak sama dengan mengoleksi. Kolektor biasanya mendapatkan barang secara terorganisir, disengaja, dan ditargetkan.

Setelah diperoleh, barang-barang tersebut tidak lagi digunakan secara normal, tetapi diatur, dikagumi, dan dipamerkan kepada orang lain.

Sementara itu, seorang penimbun akan mengakuisisi barang yang bersifat impulsif. Mereka menyimpan barang tanpa perencanaan.

Benda-benda yang diperoleh pun tidak memiliki tema yang konsisten. Hal ini berbeda dengan kolektor yang fokus pada barang tertentu.

Menurut situs psychiatry.org, gangguan menimbun dapat menyebabkan masalah dalam hubungan, aktivitas sosial, pekerjaan, kesehatan dan fungsi penting lainnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore