ilustrasi orang tua dan anak. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Orang tua sering kali memprioritaskan mengajari anak mereka soal keamanan di air, keselamatan di jalan, dan tindakan pencegahan praktis lainnya seperti mengenakan jas hujan saat hujan dan pakai sunscreen saat cuaca cerah.
Namun sayangnya, banyak yang mengabaikan pentingnya mendidik anak tentang batasan pribadi. Kesejahteraan anak harus menjadi perhatian utama, sehingga sangat penting untuk memberi informasi dan memberikan instruksi kepada mereka tentang peraturan keselamatan tubuh.
“Mendidik anak tentang keselamatan tubuh dan memulai diskusi ini tidak boleh ditunda. Meskipun membahas topik ini mungkin tidak nyaman bagi orang tua dan anak, mengabaikannya akan sangat merugikan sang anak,” kata konsultan Neonatolog dan dokter anak Jagdish Kathwate.
Baca Juga: Bikin Good Mood, Intip 9 Tips Meningkatkan Emosi Positif yang Berdampak Baik untuk Kesehatan
Lantas, apa saja yang harus diajarkan kepada anak? Dikutip dari Hindustantimes, Rabu (20/3), berikut uraiannya.
1. Beritahu anak untuk menegaskan batasannya dengan mengajari mereka untuk percaya diri menolak kontak fisik yang tidak diinginkan seperti ciuman atau pelukan. Bantu mereka memahami perbedaan antara sentuhan pantas dan tidak pantas.
2. Ciptakan jaringan keamanan untuk anak dengan mengidentifikasi sekelompok individu tepercaya yang dapat mereka hubungi jika mereka merasa tidak nyaman, takut, atau tidak yakin.
3. Didik anak tentang terminologi yang tepat untuk area pribadi dan berdayakan mereka untuk bersuara jika ada yang mencoba menyentuh bagian tersebut atau meminta mereka melakukannya.
Ingatkan bahwa mereka selalu bisa curhat kepada petugas keselamatan yang ditunjuk jika menghadapi ketidaknyamanan dalam situasi seperti itu.
4. Perkenalkan konsep sentuhan aman dan tidak aman kepada anak-anak sejak usia 3-5 tahun, bantu mereka membedakan antara isyarat kasih sayang seperti pelukan dan tos yang membuat mereka merasa aman dan dicintai, serta sentuhan tidak pantas yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan terancam.
5. Didik anak untuk mengenali tanda-tanda awal adanya bahaya. Jika mereka mengalami ketakutan atau ketidaknyamanan, mereka mungkin menunjukkan gejala fisik seperti berkeringat, sakit perut, gemetar, dan detak jantung cepat.
6. Pastikan anak tidak pernah menyimpan rahasia apa pun yang membuat mereka tidak nyaman atau kesal. Ajari mereka untuk curhat kepada orang tepercaya jika merasa tidak aman atau tidak nyaman dengan suatu situasi.
“Mengajari anak-anak tentang pedoman penting keselamatan tubuh sangat penting untuk kesejahteraan dan perlindungan mereka secara keseluruhan. Memberdayakan anak-anak dengan pengetahuan tentang tubuh dan batasan mereka dapat membantu mengenali perilaku yang tidak pantas dan mencari bantuan bila diperlukan,” jelas Kathwate.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
