
5 Fakta Menarik Golongan Darah O dari Sisi Medis (pexel)
JawaPos.com - Golongan darah O menjadi jenis golongan darah yang paling banyak ditemukan di dunia, bahkan di Indonesia. Jumlah populasinya mencapai sekitar 44 persen di seluruh dunia.
Oleh sebab itu, fakta golongan darah O ini akan menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Dilansir dari siloamhospitals.com, berikut 5 fakta golongan darah tipe O yang ditinjau secara medis.
1. Pendonor Universal
Pemilik golongan darah O telah dikenal oleh masyarakat umum sebagai pendonor universal. Sebab, golongan darah O ini diketahui dapat mendonorkan darahnya ke seluruh golongan darah lainnya, seperti O, AB, A, ataupun B.
Sayangnya, kekurangan seseorang dengan golongan darah O ini hanya bisa memperoleh transfusi darah dari jenis golongan darah O yang sama.
2. Risiko Mengalami Pembekuan Darah Lebih Rendah
Jenis golongan darah O memiliki jumlah protein yang lebih rendah daripada golongan darah lainnya. Hal inilah yang akhirnya membuat risiko terjadinya pembekuan darah pemilik golongan darah O lebih rendah daripada tipe golongan darah A, AB ataupun B.
Meski begitu, pemilik golongan darah O tetap harus berhati-hati dan menghindari segala hal yang dapat memicu terjadinya gangguan pembekuan darah.
3. Risiko Mengalami Alzheimer Lebih Rendah
Golongan darah tipe O diketahui memiliki kadar gray matter yang lebih tinggi daripada golongan darah tipe lainnya. Gray matter ini adalah bagian otak yang berperan penting dalam memproses informasi dan ingatan di dalam otak.
Jika kadar bagian gray matter otak tinggi, maka seseorang akan terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan kemampuan daya ingat, seperti demensia dan Alzheimer.
4. Berisiko Mengalami Masalah Kesuburan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Albert Einstein College of Medicine tahun 2011, wanita bergolongan darah O memiliki kadar hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone atau FSH) yang lebih banyak dibandingkan golongan darah lainnya.
Baca Juga: Mengenal Golongan Darah A, B, AB, dan O! Mulai dari Karakteristik, Peran, Hingga Risiko Penyakit
Untuk diketahui, kadar FSH yang tinggi ini mempengaruhi jumlah cadangan ovum (sel telur) yang rendah (diminished ovarian reserve), sehingga dapat memicu infertilitas pada wanita.
Kendati demikian, hal tersebut tidak begitu saja dapat membuat wanita bergolongan darah O memiliki gangguan kesuburan. Sebab, selain golongan darah, masih banyak faktor lainnya yang memiliki peran besar dalam produksi sel telur pada wanita.
5. Efektivitas Diet untuk Pemilih Golongan Darah O

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
