Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 22.25 WIB

Psikolog Ungkap Nostalgia sebagai Kunci Kebahagiaan, Kreativitas, Inovasi, dan Kemajuan di Masa Depan

Ilustrasi foto vintage./(Pexels/Pixabay) - Image

Ilustrasi foto vintage./(Pexels/Pixabay)

JawaPos.com – Nostalgia memiliki pengaruh besar terhadap budaya kita. Film-film dengan pendapatan tertinggi di tahun 2023 adalah Barbie (2023) dan The Super Mario Bros. Movie (2023).

Selain itu, Hogwarts Legacy dan The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom adalah dua dari video game paling sukses di tahun 2023.

Dalam sebuah laporan tentang tren mendengarkan musik di tahun 2023, Spotify mengidentifikasi nostalgia sebagai pendorong kuat orang-orang mendengarkan musik, terutama di kalangan remaja.

Laporan itu mengatakan bahwa Gen Z menghabiskan waktu lebih banyak mendengarkan lagu artis-artis lama daripada artis baru, seperti yang dilansir dari Business Insider, Kamis (1/2).

Meskipun berperan besar dalam hiburan dan preferensi estetika, nostalgia sering dicap sebagai hal yang buruk atau distraksi yang menyenangkan tetapi tidak produktif.

Para kritikus menggambarkannya sebagai penghalang kemajuan: Untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, kata mereka, kita perlu fokus pada masa kini dan masa depan, bukan merindukan masa lalu yang indah.

Bagi mereka, nostalgia bahkan bisa membuat orang tidak puas dengan masa kini dan pesimis dengan masa depan.

Para kritikus mungkin membayangkan nostalgia sebagai masa di mana seorang pria paruh baya yang terus-menerus berbicara tentang masa keemasannya sebagai kapten tim sepak bola sekolah menengah.

Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa nostalgia justru memiliki banyak manfaat bagi kesejahteraan, kreativitas, inovasi, dan kemajuan di masa depan.

Menurut Clay Routledge, seorang profesor psikologi dan penulis buku Nostalgia: A Psychological Resource, nostalgia adalah sumber emosi positif yang dapat meningkatkan kebahagiaan, kepercayaan diri, optimisme, dan rasa memiliki.

Nostalgia juga dapat mengurangi stres, kesepian, dan kecemasan, terutama ketika menghadapi situasi yang sulit atau tidak pasti.

Bernostalgia dapat membantu orang mengatasi krisis eksistensial, seperti merasa tidak berarti, tidak berdaya, atau tidak mau berhubungan dengan orang lain.

Selain itu, nostalgia juga dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemajuan di masa depan.

Nostalgia dapat merangsang otak untuk berpikir secara lebih luas, fleksibel, dan asosiatif, yang merupakan keterampilan penting untuk berkreasi dan berinovasi.

Nostalgia juga dapat memotivasi orang untuk mencoba hal-hal baru, mengambil risiko, dan mengejar tujuan mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore