
Ilustrasi Kalender 12 Shio Hewan Cina (China Highlights)
JawaPos.com – Zodiak dan Shio sekilas terlihat sama dan yang membedakannya hanya asal negaranya saja. Persamaan utama dari mereka adalah didasarkan pada tanggal lahir, dengan 12 simbol atau tanda (sign) yang digunakan untuk membedakannya.
Dilansir dari Space.com, dan Universal Life Church, berikut beberapa perbedaan Zodiak dan Shio.
Shio Cina: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.
Zodiak Barat: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Capricorn, Sagitarius, Aquarius, dan Pisces.
Dalam Shio Cina, 12 Shio hewan tersebut berasal dari mitos yang berbunyi ketika Tuhan sedang menciptakan kalender, semua hewan yang ada di hutan diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah lomba. 12 hewan pertama yang melewati garis finish akan masuk menjadi simbol Shio.
Sedangkan dengan astrologi Barat, 12 Zodiak didasarkan pada posisi rasi bintang relatif terhadap bumi. Susunan konstelasi ini dinamai berdasarkan mitologi Dewa Yunani.
Hewan-hewan yang berada dalam Shio Cina diatur berdasarkan kalender matahari tradisional Cina. Setiap Shio sesuai dengan 2 dari 24 istilah matahari, untuk periode yang mirip dengan bulan zodiak Barat. Yang membuat adanya perbedaan setengah bulan bagi astrologi Barat dan Shio Cina.
Perbedaan lainnya adalah zodiak barat berdasarkan bulan sedangkan Shio berdasarkan tahun. Dalam kepercayaan Tiongkok, orang yang lahir di tahun yang sama, akan memiliki karakteristik yang sama. Begitu pula dengan kepercayaan barat yang menganggap orang yang lahir di periode bulan yang sama akan memiliki karakteristik yang sama.
Namun ada faktor lain yang mempengaruhinya, seperti zodiak Barat yang juga menyimbolkan motivasi dasar dalam psikologi manusia. Dan Shio Cina yang memiliki tiga pilar lain selain tahun yang membentuk takdir seseorang yang membentuk menjadi 4 pilar utama, yaitu tahun, bulan, tanggal, dan jam kelahiran.
Ketika membandingkan 4 pilar dengan astrologi Barat, perbedaan utamanya adalah bahwa astrologi Barat berfokus pada garis-garis luar angkasa (konstelasi planet, bintang, bulan, dan lain-lain), sementara 4 pilar didasarkan pada blok waktu dalam penanggalan Tiongkok.
Dalam sistem astrologi Tiongkok yang populer digunakan (kalender Lunar), setiap bulan dimulai dengan bulan baru yang berlangsung sekitar 29-30 hari. Tanggal Tahun Baru Imlek dan panjang tahun lunar berubah hingga satu bulan terhadap kalender matahari.
Namun astrologi Tiongkok yang konvensional lebih banyak menggunakan penanggalan matahari tradisional ketika membuat prediksi dan meramalkan horoskop. Dengan metode ini, tahun baru dimulai pada tanggal 4 Februari (dalam satu hari).
Sementara kalender astrologi Barat berdasarkan pada orbit Bumi terhadap matahari (menghasilkan garis angkasa) yang memberikan setiap zodiak bulan pengaturan tanggal (dalam satu hari), sepanjang 29-30 hari. Inilah mengapa zodiak Barat juga disebut zodiak matahari.
Astrologi Tiongkok menempatkan emphasis dalam fase bulan pada waktu kelahiran Anda. Ada 4 fase bulan: bulan baru, bulan pasang, bulan purnama (penuh), dan bulan surut. Tipe bulan baru adalah mereka yang menyukai lingkungan yang inovatif, tipe bulan pasang adalah para pekerja keras, tipe bulan penuh bersifat diplomatis, dan tipe bulan surut menyukai lingkungan yang tenang.
Jika dengan zodiak barat, mereka menggunakan 2 periode bulan, yaitu utara atau bulan naik, dan selatan atau bulan turun. Meskipun masih berperan dalam area sensitif, astrologi Barat melihat planet-planet sebagai faktor penting.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
