
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits B. Ramandey bersama staf menerima pengaduan tenaga kesehatan korban kekerasan KKB Kiwirok, Pegunungan Bintang, di Kantor Komnas HAM Papua, Jayapura, Selasa (21/9). Komnas HAM Perwakilan Papua/Antara
JawaPos.com - Masyarakat kini jadi lebih mengenal Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi para dokter dan tenaga kesehatan (nakes). Baju praktik para dokter dan nakes ternyata dapat dibuat kekinian dan lebih gaya.
Dua orang dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) angkatan 2013 menciptakan baju jaga medis untuk nakes yang fungsional, aman, nyaman dikenakan dan fashionable. Mereka adalah dr. Hansens Yansah, BMedSci(Hons. dan dr. Jessica Halim, MRes.
Mereka pada awalnya membuat sebuah project bernama SCRB yakni The Scrub Project. SCRB adalah sebuah start-up scrubs brand yang berkomitmen untuk mengutamakan kenyamanan nakes dalam bekerja agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Founder dan CEO SCRB dr. Hans menjelaskan, SCRB didirikan pada 2020, bertepatan dengan saat pandemi, dimana semua nakes diharuskan menggunakan baju jaga medis atau scrub. Ide muncul dari ketidaktersediaan scrub yang layak untuk nakes yang sudah bekerja keras.
"Kami belum ada di Indonesia baju scrub nakes yang bahannya nyaman untuk bergerak dan menyerap keringat. Baju nakes saat itu belum ada yang modelnya stylish, namun tetap fungsional dan affordable," kata dr. Hans kepada wartawan baru-baru ini.
Photo
Menurut dr. Hans, dengan terpenuhinya kebutuhan mendasar ini, ia berharap nakes yang berada di lapangan dapat mengutamakan hal terpenting dalam bekerja. Yakni kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Menurutnya, para tenaga medis atau kesehatan (nakes), baik dokter, perawat, maupun profesi di bidang kesehatan lainnya, pada umumnya bekerja long-hour-shift bahkan hingga lebih dari 12 jam sehari. Aktivitas dengan intensitas tinggi, mengurus pasien dengan mobilitas tanpa batas, tentu bukanlah hal yang mudah.
Oleh karena itu, nakes berhak merasa nyaman ketika bekerja, dengan mengenakan pakaian medis scrub yang dapat mendukung performa nakes ketika bertugas. Penggunaan scrub di Indonesia mulai marak di kalangan nakes dari berbagai profesi selama masa pandemi.
"Sejak saat itulah nakes Indonesia mulai terbuka dengan konsep scrub yang comfortable, functional, professional, dan fashionable," kata dr. Hans.
Hans mengungkapkan, ternyata berdasarkan hasil sebuah penelitian ditemukan bahwa nakes yang merasa nyaman dan percaya diri dengan pakaian yang dikenakan saat kerja dapat meningkatkan performa dan produktivitasnya. Selain itu, penggunaan scrubs di tempat kerja telah terbukti lebih unggul secara medis dibandingkan baju biasa.
Photo
Seragam Nakes Sebelum Pandemi
Sebelum masa pandemi, dr. Hans menceritakan sebagai mahasiswa kedokteran hingga dokter spesialis diharuskan menggunakan baju sopan seperti kemeja dengan jas putih atau snelli lengan panjang. Di beberapa negara telah melakukan penelitian bahwa penggunaan pakaian berlengan panjang di bawah siku yang jarang dibersihkan merupakan health hazard dan sarana penyebaran agen infeksius.
Karena itulah, saat ini banyak negara berkembang yang mengharuskan penggunaan scrub dicuci setiap hari di lingkungan rumah sakit. "Kami sangat bersyukur saat ini budaya memakai scrub di tempat kerja medis mulai dirasakan di Indonesia. Ada beberapa keuntungan menggunakan scrub untuk tenaga kesehatan, yakni menunjukkan profesionalisme dan identitas yang membedakan antara nakes dengan non-nakes," kata dr. Hans.
"Selain itu yang terpenting adalah dapat mengurangi risiko transmisi agen infeksius dari lingkungan luar ke rumah sakit dan sebaliknya. Baju scrub juga lebih higenis dan nyaman digunakan untuk aktivitas apapun," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
