
9 desainer milenial mahasiswa Lasalle College tampil di panggung JFW 2019.
JawaPos.com - Ajang Jakarta Fashion Week (JFW) memberi wadah bagi regenerasi desainer muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya di dunia fashion. Buktinya, Lasalle College selalu konsisten mengirimkan wakil-wakilnya, para bibit muda yang berpentas di panggung JFW 2019. Tahun ini, ada sembilan nama desainer muda yang berpartisipasi di ajang fashion bergengsi ini.
Lasalle Colege Jakarta menghadirkan para desainer muda yang masih mengenyam pendidikan di jurusan Fashion Design dan Fashion Business untuk mempromosikan koleksi mereka kepada publik. Karya terbaik mereka tampil dengan tema SYMB/OSIS.
"Kami tiap tahun selalu seleksi ya siapa yang bisa masuk JFW. Kriterianya sih harus memberikan sesuatu yang baru. Sesuatu yang unik. Benang merahnya, koleksi mereka harus unik dan inovatif," tegas Fashion Design Program Director of LaSalle College Jakarta, Shinta Djiwatampu kepada JawaPos.com, Senin (22/10).
Dari sejumlah desainer muda yang tampil, neberapa di antaranya juga sudah punya label sendiri yang komersil dan dipasarkan ke publik. Di antaranya juga memiliku butik atau penjahit sendiri.
"Makanya dengan ajang JFW kami berharap bisa menjadi pembuka jalan bagi desainer muda ini," kata Shinta.
Sembilan desainer tersebut di antaranya, Christi Erning, Putri Mudita, Rashesa Sabrina, Selphie Usagi, Prasomya Santika, Maria Nathania Tjuhanda, Fidelia Inetta Luis, Ervina Michelle Liem, Bella Francisca.
Christi Erning
Usianya 20 tahun. Ciri khasnya lebih banyak membuat koleksi Ready to Wear. Dalam ajang JFW, Christi membawa tema Genesus 1:25, sebuah koleksi yang terinspirasi dari kehidupan manusia di bumi. Berupa siklus hidup manusia dari lahir hingga di masa tua.
Putri Mudita
Terinspirasi oleh Athena, dewi perang dalam mitologi Yunani, Putri Mudita melahirkan koleksi dengan lekuk tubuh wanita independen, berani dan elegan. Dengan tema Athena, dia menghadirkan 8 gaun pesta bernuansa putih dan silver.
Rashesa Sabrina
Dengan mengusung tema Dela Gosi, Rashesa Sabrina menggambarkan sosok wanita fashionable yang memadukan kain tenun tradisional Sulawesi Selatan dengan denim. Koleksinya berupa kain sutera Sengkang khas Sulawesi Selatan dibuat dalam bentuk kimono dan rok untuk wanita agar terlihat fashionable.
Selphie Usagi
Dikenal juga dengan nama Selviana dengan label desainnya yaitu Selphie Usagi. Mengeluarkan koleksi bertajuk Euclid. Euclid adalah pencetus geometri, alasan dari kain-kain bermotif geometri yang dipakai oleh Selphie. Yaitu gaun-gaun yang dipakai di zaman era Yunani.
Prasomya Santika

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
