Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 November 2021 | 01.48 WIB

Lebih dari Dua Transaksi di ATM, Silakan Mengantre Ulang

TAHU BATASAN: Mengantre di luar bilik dan saling menjaga privasi. Ketika menggunakan ATM, usahakan tidak lebih dari tiga menit agar tidak membuat resah orang-orang yang sedang menunggu. (ILUSTRASI. Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

TAHU BATASAN: Mengantre di luar bilik dan saling menjaga privasi. Ketika menggunakan ATM, usahakan tidak lebih dari tiga menit agar tidak membuat resah orang-orang yang sedang menunggu. (ILUSTRASI. Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Sedang tergesa-gesa, baru ingat tak punya uang tunai di dompet. Mampir ke automated teller machine (ATM), antreannya sudah lebih dari lima orang. Ditambah, orang yang sedang menggunakan ATM melakukan transaksi berkali-kali. Sepuluh menit berlalu. Orang-orang yang mengantre pun gelisah.

---

BUDAYA antre sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk mentalitas menghargai orang lain. Menunggu antrean memang bukan hal yang menyenangkan. Namun, itu tidak jadi alasan untuk menyerobot giliran. Nah, karena menunggu terlalu lama bisa membuat gelisah dan kurang nyaman, kita juga harus memahami bahwa kita tidak bisa berlama-lama menggunakan ATM sesuka hati.

Idealnya, setiap pengguna ATM boleh melakukan transaksi maksimal 3 menit. Setelah 3 menit, sebaiknya persilakan orang di belakang kita untuk menggunakannya. Apabila masih ada transaksi yang perlu dilakukan, kita pindah ke antrean paling belakang.

Agar tidak disebut orang yang tidak beretika dalam menggunakan fasilitas umum, khususnya ATM, kita perlu pahami hal-hal berikut.

Siapkan kartu ATM serta alamat rekening transfer (apabila ingin melakukan transfer)

Sering kali kita melihat seseorang ingin menggunakan ATM, tapi tidak siap dengan kartu ATM. Sudah di depan mesin, masih sibuk mencari kartu di dompet.

Kembangkan rasa empati dengan menghargai orang lain

Manfaat yang bisa didapat dari antre adalah rasa saling menghargai satu sama lain. Dengan begitu, tercipta suasana nyaman dan tenteram. Ketika seseorang memotong antrean, itu sama halnya tidak menghargai orang-orang yang telah mengantre. Sebagian orang menganggap sepele karena orang-orang dalam antrean tidak dikenal. Namun, tetap saja kebiasaan buruk itu terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Saling menjaga privasi

Saat berdiri menunggu antrean, jangan terlalu dekat dengan orang yang berada di depan kita. Terutama jika orang tersebut sedang menggunakan mesin ATM. Bisa-bisa orang tersebut merasa kurang nyaman karena seolah-olah ada yang mengawasi urusan privasi keuangannya.

Batasi maksimal dua transaksi

Kita pasti pernah menjumpai pengguna ATM yang menarik uang berkali-kali dengan membawa banyak kartu ATM. Tak hanya itu, dia kemudian transfer berkali-kali ke sejumlah nomor rekening. Itu jelas bukan etika memakai ATM yang benar. Dan bikin kesal orang yang mengantre. Dari pengalaman itu, sebaiknya kita membatasi durasi transaksi maksimal dua kali. Jika masih ada transaksi yang harus diselesaikan, berikan kesempatan orang di belakang kita. Dan kita mengantre ulang dari urutan paling belakang.

Cara menghitung uang

Setelah melakukan aktivitas tarik tunai, sebaiknya segera ambil uang, kartu, dan struk, kemudian geser ke samping mesin untuk melakukan penghitungan. Jangan sampai orang-orang menunggu kita menyelesaikan proses penghitungan uang.

Boleh mengingatkan orang yang menggunakan ATM terlalu lama

Apabila ada orang yang terlalu lama menggunakan ATM, ingatkan orang tersebut dengan kata-kata yang sopan serta sampaikan kepentingan kita yang berpacu dengan waktu.

Penggunaan ATM di dalam bilik

Meskipun ATM yang kita gunakan terdapat di dalam bilik, tidak berarti kita boleh melakukan aktivitas lain, misalnya menelepon atau mencatat apa pun. Bilik ATM hanya diperuntukkan untuk melakukan transaksi dengan mesin ATM. Setelah selesai, segeralah keluar agar orang yang mengantre bisa menggunakannya.

Pola pikir yang benar akan menghasilkan sikap yang benar pula. Sikap yang benar lama-kelamaan menjadi kebiasaan atau habit. Habit itulah yang disebut karakter. Memiliki pola pikir yang benar tentang kepentingan banyak orang akan membuahkan karakter yang tidak egosentris. (*)




*) INDAYATI OETOMO, International Director John Robert Powers

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore